Resmikan Rumah Aspirasi, Pembuktian Komitmen PDIP NTB di Bulan Bung Karno 2026

Peresmian Rumah Aspirasi dan Penanaman Mangrove oleh PDIP NTB di Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR— Penegasan akan komitmen PDIP NTB untuk terus dekat dengan masyarakat ditasbihkan dengan diresmikannya Rumah Aspirasi oleh Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Rachmat Hidayat, pada Sabtu (20/06/2026).

Rumah Aspirasi yang berlokasi di Kompleks Rumah Sehat Pancor, Lombok Timur tersebut dimaksudkan sebagai ruang pelayanan politik bagi masyarakat yang ingin menyampaikan persoalan, keluhan, maupun gagasan tanpa melihat latar belakang politik, agama, profesi, maupun golongan.

Baca juga: Aksi Kemanusiaan Jadi Spirit PDIP Lombok Tengah Peringati Bulan Bung Karno 2026

“Rumah ini milik rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan persoalannya,” tegas Rachmat saat memberi sambutan dalam acara peresmian.

Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. Sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Dari DPP antara lain hadir Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, dan Sri Rahayu. Sementara dari DPD PDIP Provinsi NTB drg. Meily Zuraida, H Ruslan Turmuzi, Mahsan, Made Slamet, Lalu Chandra Yudistira, I Gusti Lanang Media, Nyayu Ernawati, dan Wahyu Septtriandi.

Sementara dari DPC PDIP Lombok hadir Ketua DPC Ahmad Sukro, Sekretaris DPC Ahmad Amrullah, Anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP Marianah, dan sejumlah pengurus lainnya.

Baca juga: Musancab DPC PDIP Kota Mataram, Rachmat Hidayat Tegaskan Anak Ranting Adalah Busur Panah Perjuangan

Keberadaan Rumah Aspirasi diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pemerintah dan lembaga-lembaga yang berwenang.

“Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi persoalannya. Negara harus hadir, dan kami ingin menjadi penghubungnya,” ujar Rachmat.

Politisi senior NTB itu mengatakan, politik pada hakikatnya adalah memperjuangkan kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, keberadaan Rumah Aspirasi harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, bukan sekadar simbol atau bangunan fisik.

“Politik harus terasa manfaatnya. Ukurannya sederhana, apakah rakyat terbantu atau tidak,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa setiap aspirasi yang masuk akan dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimilikinya sebagai wakil rakyat di Senayan. Jika persoalan tersebut menjadi ranah pemerintah daerah, maka akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Jika berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat, pihaknya siap memperjuangkannya melalui jalur-jalur yang tersedia.

“Jangan ragu datang. Sampaikan masalahnya. Kami akan kawal sampai ada jalan keluarnya. Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada wong cilik. Rumah Aspirasi ini adalah salah satu bentuk keberpihakan itu,” ujarnya.

Baca juga: Kadernya di Lombok Timur Tertimpa Musibah, PDIP NTB Gotong Royong Ringankan Beban

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Rumah Aspirasi di Lombok Timur.

“Ini bukan rumah untuk kader partai semata. Ini rumah untuk rakyat, ini instrumen penting dalam menyerap sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah,” katanya.

Menurutnya, tidak sedikit persoalan masyarakat yang sesungguhnya dapat diselesaikan apabila ada koordinasi yang baik antara warga, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Karena itu, Rumah Aspirasi juga akan berfungsi sebagai ruang komunikasi dan koordinasi.

“Yang terpenting adalah memastikan rakyat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi masalah,” kata Rahayu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, mengatakan peresmian Rumah Aspirasi menjadi penutup rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang telah dilaksanakan selama Juni 2026.

Berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari pemotongan tumpeng, zikir bersama, diskusi tentang pemikiran Bung Karno, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Bulan Bung Karno kami isi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Penanaman Pohon Mangrove

Usai peresmian Rumah Aspirasi, jajaran PDI Perjuangan juga melanjutkan kegiatan penanaman mangrove di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Baca juga: Kedaulatan Pangan Bukan Sekadar Cukup Makan, Merawat Tanah Adalah Merawat Masa Depan

Ditegaskan, penanaman mangrove ini menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, kawasan pesisir Lombok Timur menghadapi tantangan yang semakin besar akibat abrasi, perubahan iklim, dan tekanan terhadap ekosistem laut.

“Menanam mangrove berarti menanam perlindungan untuk masa depan masyarakat pesisir,” ujar Sukro.*** (Rilis: Bambang MF / Editor: Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup