Layanan Kesehatan Mata PKM Bagu Diapresiasi FHF, Dukung Pengembangan Bagu Vision Center
LOMBOK TENGAH— Dewan Pengurus The Fred Hollows Foundation (FHF) dalam agenda Board Members Project Visit di NTB, mengunjungi Puskesmas Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah
Kunjungan ke salah satu PKM di Lombok Tengah pada Rabu (22/07/2026) tersebut menjadi salah satu lokasi utama yang bertujuan melihat secara langsung praktik penguatan layanan kesehatan mata yang telah dikembangkan di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Puskesmas Bagu, dr Lale Yufila Apriyanti menjelaskan terkait proses pengembangan Bagu Vision Center, termasuk berbagai capaian dan dampak layanan terhadap masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat praktik klinis dan akses layanan kesehatan mata di tingkat pelayanan kesehatan dasar,” kata dr Lale.
Baca juga: Dikes Pastikan Enam Puskesmas di Lombok Tengah Ramah Disabilitas
Dikesempatan tersebut, perawat kesehatan mata Puskesmas Bagu, Sri Rahayu turut mempresentasikan berbagai kegiatan dan capaian Vision Center. Ia menjelaskan peran Puskesmas Bagu dalam mendampingi puskesmas lainnya di NTB untuk mengembangkan Vision Center masing-masing.
Sementara itu, FHF mengungkapkan bahwa kunjungan ini bukan dalam rangka evaluasi maupun inspeksi, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan dialog langsung dengan tenaga kesehatan di lapangan.
Menurut FHF, NTB selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan mata ke dalam pelayanan kesehatan primer, sistem rujukan, serta layanan Penyakit Tidak Menular (PTM).
Praktik baik tersebut menjadi salah satu hal yang ingin dipelajari secara langsung oleh delegasi FHF melalui kunjungan ke Bagu Vision Center yang berada di lingkungan Puskesmas Bagu.
Baca juga: Bantu Penderita Hipertensi dan Diabetes, Puskesmas Mujur Gandeng Pemdes Kidang Gelar Prolanis
Sejumlah delegasi yang hadir terdiri dari beberapa pimpinan FHF, di antaranya anggota Dewan Direksi, Chief Executive Officer (CEO) FHF, Chief of Programs & Partnerships, serta Country Manager FHF Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung dengan pola diskusi interaktif antara delegasi FHF dan tenaga kesehatan tersebut memberi kesempatan kepada delegasi untuk memahami secara langsung berbagai pengalaman, tantangan, serta inovasi yang dilakukan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain membahas optimalisasi layanan kesehatan mata dasar, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat pengembangan layanan kesehatan mata ke depan, khususnya dalam penanganan Retinopati Diabetik (RD).
Di Puskesmas Bagu, delegasi FHF diperkenalkan dengan tahap awal proyek percontohan Kementerian Kesehatan yang berfokus pada skrining dan penanganan Retinopati Diabetik.
Dalam pengembangan program tersebut, FHF memberikan dukungan dalam penyusunan standar praktik, pelaksanaan skrining, hingga penguatan sistem rujukan pasien Retinopati Diabetik dari tingkat pelayanan primer di puskesmas menuju fasilitas kesehatan tingkat sekunder dan tersier.
Baca juga: Puskesmas Muncan Intensifkan Sosialisasi Pencegahan DBD
Menurut FHF, kedepannya inovasi penanganan Retinopati Diabetik tersebut direncanakan menjadi bagian dari model Comprehensive Community Eye Care (CCEC) yang dikembangkan melalui kemitraan antara FHF dan Kementerian Kesehatan.
Sementara itu ditempat yang sama, Kadikes Lombok Tengah mengharapkan kunjungan ke Bagu Vision Center oleh FHF ini akan semakin memperkuat keselarasan dan pemahaman antara Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, masyarakat, serta The Fred Hollows Foundation dalam membangun layanan kesehatan mata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Komitmen keselaraan dan pemahaman ini yang kami harap semakin kuat,” ujar dr Mamang.
Ditegaskannya, Puskesmas Bagu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata yang paripurna, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat. Puskesmas Bagu juga siap menjadi salah satu pusat pembelajaran bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam pengembangan layanan kesehatan mata terintegrasi di Indonesia.*** (Kontributor: JW / Editor: Tim Redaksi).




