1.004 Anggota BPD Dilantik, Ahmad Syamsul Hadi: Selamat Bekerja dan Mari Bersinergi
LOMBOK TENGAH— Bencingah Agung Masmirah pada Kamis (27/08/2026) menjadi saksi atas dilantiknya 1.004 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 120 desa di 12 kecamatan se-Kabupaten Lombok Tengah.
Pengambilan sumpah jabatan para anggota parlemen desa periode 2026 – 2034 hasil pemilihan di masing-masing desa beberapa waktu lalu tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati M. Nursiah, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para camat dan kepala desa, serta seluruh anggota BPD yang dilantik.
Baca juga: Komisi I DPRD Loteng Soroti Pembongkaran Ruang Kelas untuk Gerai KDMP
Ketua Komisi 1 DPRD Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi, selepas kegiatan melalui media memberikan pendapat dan harapannya kepada seluruh anggota BPD yang telah dilantik.
“Tadi saya secara simbolis juga telah ikut memberikan SK kepada bapak ibu para anggota BPD yang secara resmi memulai tugas pada hari ini untuk delapan tahun kedepan. Saya sebagai Ketua Komisi 1 menyampaikan selamat dan sukses, selamat bekerja,” ujar Ahmad.
Ahmad menekankan, BPD sebagai parlemen desa yang akan bersama-sama dengan pemerintah desa, harus menjadi lembaga yang hidup dan berkontribusi.
“Pengawasan desa mutlak harus dijalankan, agar pemerintah desa mendapat kawan seperjalanan selama masa bakti untuk membangun dan memajukan desa. Jangan cuma ada lembaganya tapi isinya tidak bergerak. Kasian masyarakat yang sudah memilih,” tegas Ketua DPD Partai NasDem Lombok Tengah tersebut.
Baca juga: Komisi I DPRD Loteng Soroti Pelayanan Adminduk dan Penguatan Desa
Sinergi BPD dan DPRD
Lebih lanjut, Ahmad juga menekankan perlunya sinergitas antara BPD dengan parlemen daerah yang anggotanya ada di tiap dapil.
“Kan semua dapil-nya DPRD ini ada perwakilannya, harapan saya bisa terjalin sebuah kerjasama yang baik antara BPD dengan anggota DPRD di wilayah tersebut. Masukan dan kritik dari desa untuk pemerintah itu salah satunya melalui BPD, sehingga sinergi bisa menghasilkan sesuatu yang positif,” harap Ahmad.
Pihaknya juga membuka ruang bagi para legislator desa tersebut untuk berdiskusi dalam masukan pendapat terkait kondisi desa dan kerja-kerja BPD.
“DPRD selalu terbuka, ayo kita tunggu di rumah rakyat Lombok Tengah. Konsultasi perdes, diskusi kerja-kerja, apapunlah selama itu untuk masyarakat dan daerah kita. Apalagi pemerintahan desa ini kan leading sector komisi 1. Selama ini hampir belum pernah, nah sekarang jadilah pembeda,” tandas Ahmad.*** (Kontributor: JW / Editor: Tim Redaksi).




