Tiga Ribu Lebih Peserta Semarakkan Pawai Taaruf MTQ XXXI NTB
LOTENG – Ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati jalan-jalan utama Kota Praya dalam gelaran Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026,kemarin.
Kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian MTQ tersebut berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat.
Sejak pagi hari, kawasan sekitar Masjid Agung Praya telah dipenuhi peserta yang mengenakan beragam atribut khas daerah masing-masing. Dengan penuh semangat, para peserta berjalan menyusuri rute pawai menuju Alun-Alun Tastura Praya, menciptakan suasana religius sekaligus penuh warna budaya.
Sorak sorai masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai semakin menambah kemeriahan acara. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan iring-iringan kontingen yang menampilkan kekhasan budaya, seni Islami, hingga kreativitas dalam mengemas pesan-pesan keagamaan.
Pawai Taaruf tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Loteng, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, para kepala daerah dan pejabat dari seluruh kabupaten/kota di NTB yang hadir memberikan dukungan kepada masing-masing kontingen.
Koordinator Seksi Acara MTQ XXXI NTB, Taufikurrahman, menjelaskan bahwa Pawai Taaruf kali ini bukan sekadar seremoni pembukaan. Panitia juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang perlombaan yang akan memberikan penghargaan kepada kontingen terbaik.
“Alhamdulillah sesuai dengan rencana, pawai ini kita lombakan. Masing-masing kontingen tentu berupaya menampilkan yang terbaik dan paling menarik untuk mendapatkan penilaian dari dewan juri,” ujarnya.
Menurut Taufik, aspek penilaian meliputi kekompakan peserta, kreativitas penampilan, pesan yang disampaikan, hingga kemampuan kontingen dalam menampilkan identitas daerah masing-masing.
Pengumuman pemenang dijadwalkan akan dilakukan pada malam pembukaan MTQ XXXI NTB 2026 yang dipusatkan di Bencingah Agung Masmirah Loteng.
“Kita akan memberikan apresiasi kepada para pemenang pada malam pembukaan MTQ nanti. Ini menjadi bentuk penghargaan atas kreativitas dan partisipasi seluruh kontingen,” katanya.
Lebih menarik, jumlah peserta yang mengikuti Pawai Taaruf jauh melampaui perkiraan panitia. Jika semula hanya dirancang diikuti sekitar 900 peserta, antusiasme dari seluruh daerah membuat jumlah peserta melonjak hingga mencapai sekitar 3.600 orang.
Lonjakan jumlah peserta tersebut menjadi bukti tingginya semangat daerah-daerah di NTB untuk menyukseskan MTQ tingkat provinsi yang tahun ini dipercayakan kepada Kabupaten Loteng sebagai tuan rumah.
“Awalnya direncanakan sekitar 900 orang. Namun perkembangannya luar biasa, peserta yang hadir mencapai kurang lebih 3.600 orang,” ungkap Taufik.
Meski jumlah peserta membeludak, pelaksanaan kegiatan tetap berjalan tertib dan lancar. Dukungan aparat keamanan, petugas lapangan, serta partisipasi aktif masyarakat Kota Praya menjadi faktor penting yang membuat acara berlangsung sukses tanpa kendala berarti.
Sepanjang rute pawai, masyarakat terlihat tertib memberikan ruang bagi peserta untuk melintas. Bahkan sejumlah komunitas dan organisasi masyarakat turut ambil bagian membantu kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Dukungan masyarakat Kota Praya sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menyukseskan MTQ NTB tahun ini,” tuturnya.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Loteng berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu dan peserta yang datang dari berbagai penjuru NTB. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari akomodasi, transportasi, keamanan hingga penyelenggaraan acara agar seluruh rangkaian MTQ berjalan sukses.
Taufik menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pawai Taaruf menjadi salah satu indikator kesiapan Lombok Tengah dalam menggelar MTQ XXXI NTB 2026 secara keseluruhan.
“Kami dari Kabupaten Loteng tentu berusaha memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah. Kehadiran ribuan peserta dan tamu merupakan kehormatan bagi kami, sehingga pelayanan terbaik menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pawai Taaruf yang berlangsung meriah tersebut sekaligus menjadi simbol persatuan masyarakat NTB dalam syiar Al-Qur’an. Ribuan peserta yang berjalan bersama membawa semangat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan, menandai dimulainya pesta akbar keagamaan terbesar di Nusa Tenggara Barat tahun 2026.
Dengan antusiasme yang begitu tinggi dari peserta maupun masyarakat, MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata daerah. (01)


