Sektor Pariwisata Kian Bergairah , Investor Maroko dan Australia Tanam Modal di Lombok Tengah 

LOTENG–Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi geliat investasi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Dua investor asing asal Maroko dan Australia resmi menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal di sektor akomodasi pariwisata daerah tersebut. Investasi ini diyakini menjadi katalis baru pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Pulau Lombok.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2T) Loteng, Helmi Qazwaini, mengungkapkan bahwa kehadiran dua investor tersebut merupakan sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap potensi pariwisata Loteng.

“Awal 2026 ini, ada dua investor asing yang melakukan investasi di Lombok Tengah. Ini tentu membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Investor asal Maroko bahkan telah memulai realisasi investasinya dengan membangun kompleks vila di wilayah Desa Motong Ajan. Nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp72 miliar.

Pembangunan vila dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 21 unit vila ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun ini. Proyek ini dirancang untuk menyasar wisatawan mancanegara yang menginginkan hunian eksklusif dengan suasana tropis yang tenang dan privat.

Keberadaan vila ini tidak hanya memperkuat kapasitas akomodasi di Lombok Tengah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, mulai dari tenaga konstruksi, pekerja perhotelan, hingga sektor pendukung seperti kuliner dan transportasi.

Namun demikian, pihak investor berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan infrastruktur jalan menuju lokasi pembangunan vila. Aksesibilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran operasional dan kenyamanan wisatawan.

“Kami telah menyiapkan skema dukungan terhadap investasi ini, termasuk melibatkan tim satgas percepatan investasi agar proses berjalan lancar,” kata Helmi.

Sementara itu, investor asal Australia masih dalam tahap survei lokasi. Kawasan yang menjadi incaran berada di Desa Selong Belanak, salah satu destinasi pantai unggulan di Lombok Tengah yang dikenal dengan pasir putih dan ombaknya yang ramah bagi peselancar pemula.

Investor tersebut membutuhkan lahan sekitar 100 hektare untuk membangun sebuah resort terpadu. Menariknya, konsep resort yang direncanakan menyasar wisatawan Timur Tengah dan komunitas Muslim global.

Resort ini dirancang sebagai kawasan hunian jangka panjang, di mana wisatawan dapat tinggal hingga satu bulan. Karena itu, fasilitas yang disiapkan tidak hanya berupa kamar dan vila, tetapi juga sarana penunjang seperti sekolah, pusat kegiatan keluarga, area ibadah, serta fasilitas rekreasi terpadu.

Konsep ini dinilai sejalan dengan tren pariwisata halal dan long stay tourism yang kian berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Masuknya dua investor asing ini diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal. Selain menciptakan lapangan kerja baru, investasi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mendorong tumbuhnya UMKM di sekitar kawasan wisata.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan wilayah. Iklim investasi yang kondusif menjadi kunci agar proyek-proyek strategis ini dapat berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap semua pihak bersama-sama menjaga keamanan, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Lombok Tengah,” tegas Helmi.

Dengan kombinasi keindahan alam, komitmen investasi asing, serta dukungan pemerintah daerah, Lombok Tengah semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia timur. Jika seluruh rencana terealisasi sesuai target, tahun 2026 berpotensi menjadi titik balik kebangkitan ekonomi berbasis pariwisata di wilayah selatan Loteng. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup