Rambu Bahaya di Seluruh Destinasi Wisata Bakal Diperbarui
LOTENG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah bergerak cepat memperkuat aspek keselamatan di kawasan wisata dengan merencanakan pembaruan (update) rambu-rambu peringatan bahaya di berbagai destinasi unggulan.
Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terulangnya kecelakaan yang menimpa wisatawan maupun masyarakat, terutama di lokasi-lokasi wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Keputusan tersebut mencuat setelah beberapa insiden yang melibatkan wisatawan di kawasan pantai berbatu kembali menjadi sorotan publik. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Pantai Semeti, yang dikenal memiliki panorama eksotis namun juga menyimpan potensi bahaya akibat ombak besar dan hamparan batu karang yang licin.
Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Muhammad Hatta, mengatakan bahwa pada dasarnya rambu-rambu peringatan telah dipasang di sejumlah objek wisata. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak di antaranya mengalami kerusakan bahkan hilang, sehingga efektivitasnya sebagai sarana edukasi dan peringatan bagi pengunjung menjadi berkurang.
“Rambu-rambu bahaya di tempat wisata itu sebenarnya sudah dipasang semua. Hanya saja ada yang rusak maupun hilang, sehingga perlu dilakukan pembaruan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah kini tengah mengusulkan anggaran khusus untuk revitalisasi seluruh rambu peringatan di destinasi wisata yang tersebar di Kabupaten Lombok Tengah. Program tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan agar setiap lokasi wisata memiliki informasi keselamatan yang jelas dan mudah dipahami oleh pengunjung.
“Kami segera melakukan update rambu bahaya di tempat wisata tersebut sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi di kawasan batu karang Pantai Semeti bukanlah yang pertama. Kawasan tersebut memang memiliki karakter alam yang cukup ekstrem dengan gelombang laut yang dapat berubah secara tiba-tiba.
Meski menawarkan keindahan panorama yang memukau dan menjadi favorit wisatawan untuk berburu foto maupun konten media sosial, kawasan tersebut menyimpan risiko besar apabila pengunjung mengabaikan faktor keselamatan.
“Tempat itu memang cukup ekstrem. Karena itu kami mengimbau wisatawan maupun masyarakat agar tidak mendatangi lokasi-lokasi yang berbahaya hanya untuk berswafoto atau mengambil video,” katanya.
Ia berharap wisatawan lebih mengutamakan keselamatan dibandingkan mengejar konten media sosial yang berpotensi membahayakan diri sendiri.
Program pembaruan rambu keselamatan tidak hanya difokuskan di kawasan Pantai Semeti. Dinas Pariwisata memastikan revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.
Mulai dari kawasan pantai, air terjun, hingga objek wisata buatan akan menjadi sasaran pemasangan maupun penggantian rambu-rambu peringatan yang telah rusak.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan informasi yang lebih jelas kepada wisatawan mengenai titik-titik berbahaya, kawasan yang dilarang dimasuki, hingga imbauan keselamatan selama berada di lokasi wisata.
“Yang jelas kami akan melakukan update di semua tempat wisata sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa penguatan aspek keselamatan merupakan bagian penting dalam menjaga citra daerah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat. Selain menghadirkan keindahan alam yang memikat, keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi faktor utama yang harus dipenuhi.
Dengan adanya pembaruan rambu-rambu bahaya, pemerintah berharap kesadaran pengunjung terhadap potensi risiko di setiap destinasi semakin meningkat. Upaya tersebut juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan wisata sekaligus menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha wisata, serta wisatawan untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum, termasuk rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang. Sebab, keberadaan rambu tersebut bukan sekadar pelengkap destinasi, melainkan menjadi salah satu perlindungan awal yang dapat menyelamatkan nyawa ketika potensi bahaya muncul di kawasan wisata. (01)




