Pemkab Loteng Bergerak Cepat, Korban Kebakaran Sade Dijamin Kesehatan dan Pendidikan

Bupati Loteng saat meninjau lokasi kebakaran

LOTENG— Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut.

Di tengah kepanikan dan kesedihan warga yang terdampak, Pemkab Loteng memastikan kebutuhan dasar korban menjadi prioritas utama.

Jaminan terhadap layanan kesehatan dan pendidikan diberikan kepada seluruh warga yang terdampak. Pemerintah daerah tidak ingin musibah kebakaran tersebut berkembang menjadi persoalan baru, terutama menyangkut kesehatan warga dan keberlangsungan pendidikan anak-anak korban.

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, penanganan korban telah dibahas bersama jajaran TNI-Polri, Wakil Bupati, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Hari ini kita sudah diskusi dengan Pak Dandim, Kapolres, Pak Wabup dan seluruh dinas terkait tentang masalah ini,” kata Pathul saat meninjau langsung kawasan terdampak.

Menurutnya, pemerintah saat ini tidak ingin terburu-buru berbicara mengenai penyebab kebakaran. Fokus utama adalah memastikan warga yang terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan mereka terpenuhi.

Langkah awal dilakukan dengan menyiapkan tenda darurat dan logistik di sekitar Kantor Desa Rembitan. Tempat tersebut menjadi salah satu titik penanganan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan setelah kehilangan tempat tinggal atau harus meninggalkan rumahnya akibat kebakaran.

Pemkab juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi warga terdampak. Melalui Dinas Kesehatan, pendampingan trauma healing diberikan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, menghadapi dampak psikologis setelah mengalami musibah.

Kebakaran tidak hanya meninggalkan kerugian material. Bagi warga, peristiwa tersebut juga membawa tekanan emosional karena harus kehilangan atau meninggalkan tempat tinggal serta lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Karena itu, pemerintah menilai pemulihan korban harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memberikan bantuan makanan maupun tempat tinggal sementara, tetapi kondisi psikologis warga juga harus diperhatikan.

Di tengah situasi darurat, Pemkab Loteng juga memastikan pendidikan anak-anak korban kebakaran tidak terabaikan.

Dinas Pendidikan diminta segera melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak. Pendataan tersebut diperlukan agar pemerintah mengetahui jumlah anak yang terdampak sekaligus memastikan proses pendidikan mereka tetap berjalan.

“Dinas Pendidikan juga data jumlah siswa yang terdampak. Semuanya ambil bagian,” ujar Pathul.

Pemerintah daerah berupaya agar kondisi darurat yang dialami warga tidak menyebabkan anak-anak kehilangan hak mendapatkan pendidikan. Sekolah dan instansi terkait diharapkan ikut memberikan ruang bagi siswa terdampak untuk tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pemulihan pascakebakaran tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut hingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.

Selain menyiapkan tenda dan logistik, pemerintah juga mulai melakukan identifikasi terhadap warga yang terdampak.

Hal ini dilakukan karena sebagian masyarakat mulai meninggalkan lokasi dan memilih mengungsi ke rumah keluarga maupun kerabat. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memiliki data yang jelas agar distribusi bantuan tidak terlewat.

Pendataan juga penting untuk memantau kondisi kesehatan warga. Perpindahan masyarakat ke sejumlah rumah penduduk dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru apabila tidak dibarengi dengan perhatian terhadap sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Pathul mengatakan, aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam penanganan warga terdampak.

“Karena masyarakat sudah bergeser ke rumah-rumah penduduk maka ini menjadi perhatian juga. Karena ini terkait dengan kesehatan,” katanya.

Ia menyebut pengalaman penanganan bencana sebelumnya menjadi pembelajaran penting. Dalam kondisi masyarakat berkumpul di tempat penampungan maupun berpindah ke rumah keluarga, persoalan sanitasi dan kebersihan harus mendapat perhatian serius.

Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah muntaber. Karena itu, pemerintah akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan fasilitas kesehatan dapat terpenuh.

Di tengah proses penanganan korban, pertanyaan mengenai penyebab kebakaran masih menjadi perhatian. Namun, pemerintah daerah belum mau berspekulasi mengenai sumber api.

Penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim Inafis Polda NTB bersama Polres Lombok Tengah. Pemerintah menyerahkan proses tersebut kepada pihak berwenang.

Pathul menegaskan bahwa pemerintah saat ini memilih berkonsentrasi pada keselamatan dan pemulihan warga.

“Ini sedang diidentifikasi oleh pihak Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah. Kita fokus penanganan dulu,” tegasnya.

Dengan demikian, segala kemungkinan terkait penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan petugas di lapangan. Pemerintah tidak ingin membuat kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

Kebakaran di Kampung Desa Adat Sade menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi masyarakat dan pariwisata Loteng.

Sade dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Lombok. Karena itu, musibah yang menimpa masyarakat di kawasan tersebut tidak hanya menjadi persoalan warga terdampak, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah secara keseluruhan.

Di tengah situasi darurat, pemerintah bersama TNI-Polri dan seluruh perangkat daerah terus melakukan penanganan. Mulai dari memastikan keamanan kawasan, membantu kebutuhan logistik, mendata korban, hingga menjaga kesehatan dan pendidikan masyarakat.

Pathul menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah harus mengambil bagian dalam penanganan tersebut.

Musibah kebakaran di Sade kini bukan sekadar persoalan bangunan yang rusak atau terbakar. Lebih dari itu, terdapat kehidupan warga yang harus dipulihkan, anak-anak yang harus tetap bersekolah, serta masyarakat yang membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak menghadapi bencana tersebut sendirian.

Pemkab Loteng memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi warga berangsur pulih. Sementara penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis Polda NTB dan Polres Loteng. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup