Lombok Tengah Juara Umum MTQ XXXI NTB 2026

LOTENG – Kabupaten Lombok Tengah menorehkan sejarah manis pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.

Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, Lombok Tengah juga berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan 245 poin, mengungguli sembilan kabupaten dan kota lainnya di NTB.

Pengumuman juara umum tersebut disampaikan pada malam penutupan MTQ XXXI NTB yang berlangsung meriah di Bencingah Agung Masmirah Praya, Senin malam (15/6/2026). Ribuan masyarakat, peserta, official, tokoh agama, dan tamu undangan yang memadati arena penutupan menyambut pengumuman tersebut dengan tepuk tangan dan takbir penuh syukur.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Loteng Sebagai tuan rumah, daerah ini tidak hanya mampu menghadirkan penyelenggaraan yang mendapat apresiasi berbagai pihak, tetapi juga menunjukkan kualitas pembinaan Al-Qur’an yang berhasil melahirkan peserta-peserta terbaik di berbagai cabang lomba.

 

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri yang menutup secara resmi MTQ XXXI NTB, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan hakim, LPTQ, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ tahun ini.

Menurut perempuan yang akrab disapa Umi Dinda tersebut, MTQ bukan sekadar kompetisi membaca, menghafal, memahami, atau menafsirkan Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan bagian dari upaya besar membangun peradaban Qur’ani yang melahirkan generasi berakhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Insya Allah Al-Qur’an akan menjadi benteng yang kokoh bagi generasi-generasi Islami yang kelak mewarisi estafet pembangunan di NTB,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa keberhasilan sebuah MTQ tidak hanya diukur dari jumlah piala dan medali yang diraih peserta. Keberhasilan sejati adalah ketika kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh, ukhuwah Islamiyah semakin kuat, serta nilai-nilai Qur’ani mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong agar MTQ tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Visi kita adalah menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Bukan hanya melahirkan qari dan hafiz terbaik, tetapi juga membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi kehidupan,” katanya.

Keberhasilan Lombok Tengah meraih juara umum tidak diraih secara instan. Sejak hari pertama perlombaan, para peserta dari daerah tuan rumah tampil konsisten dan mampu mendominasi berbagai cabang yang dipertandingkan.

Dengan raihan 245 poin, Lombok Tengah unggul cukup jauh dari para pesaingnya. Posisi kedua ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Kabupaten Lombok Barat dengan 147 poin.

Sementara Kabupaten Bima berada di posisi keempat dengan 142 poin, diikuti Kabupaten Sumbawa Barat dengan 141 poin, Kabupaten Sumbawa 102 poin, Kota Mataram 101 poin, Kota Bima 87 poin, Kabupaten Dompu 58 poin, dan Kabupaten Lombok Utara 42 poin.

Sementara itu, Bupati Loteng, HL Pathul Bahri mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan daerahnya menjadi tuan rumah sekaligus juara umum MTQ XXXI NTB.

Menurutnya, berakhirnya MTQ bukan berarti berakhir pula semangat Al-Qur’an di tengah masyarakat. Justru momentum ini harus menjadi energi baru untuk semakin membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, pendidikan, pemerintahan, dan pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, ini adalah keberhasilan seluruh masyarakat Lombok Tengah. Keberhasilan para peserta, pelatih, pembina, LPTQ, para guru ngaji, pondok pesantren, dan semua pihak yang selama ini bekerja keras membina generasi Qur’ani,” ujarnya.

Pathul juga mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap kualitas penyelenggaraan MTQ XXXI NTB yang dinilai memiliki atmosfer dan standar pelaksanaan yang setara dengan MTQ tingkat nasional.

Menurutnya, penilaian tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Lombok Tengah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an di masa mendatang.

Keberhasilan Lombok Tengah menjadi juara umum diyakini merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.

Di balik setiap medali yang diraih, terdapat proses panjang yang dijalani para peserta. Mulai dari latihan tilawah, penguatan hafalan, pembelajaran tafsir, seni kaligrafi, hingga pembinaan mental dan spiritual yang dilakukan oleh para pelatih dan pembina.

Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa Lombok Tengah tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga serius membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan agama dan pembinaan generasi Qur’ani.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, dan menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan raihan juara umum MTQ XXXI NTB 2026, Lombok Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam pembinaan Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi masyarakat, ulama, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.(01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup