Hendak Antar Jamaah Umrah, Odong-odong dan Pick Up Adu Jangkrik di Bypass
LOTENG– Perjalanan rombongan calon jamaah umrah menuju Bandara Internasional Lombok berubah menjadi kepanikan setelah kendaraan odong-odong yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil bak terbuka di jalur Bypass Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Loteng.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan puluhan orang mengalami luka ringan. Benturan keras antara kedua kendaraan juga menyebabkan arus lalu lintas di lokasi sempat tersendat karena banyak pengguna jalan berhenti untuk melihat kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, odong-odong bernomor polisi B 1367 VIX yang dikemudikan IR, warga Gerung, Lombok Barat, sedang membawa rombongan calon jamaah umrah yang akan diantar menuju Bandara Internasional Lombok. Di waktu yang sama, sebuah mobil bak terbuka bernomor polisi DR 8412 DI yang dikemudikan R, warga Sekotong, Lombok Barat, melaju di jalur yang sama dari arah barat menuju timur.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Loteng, IPDA Adika, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil bak terbuka melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan berusaha menyalip sebuah bus melalui sisi kiri jalan.
Setelah berhasil mendahului bus, di depannya muncul sebuah sepeda motor sehingga pengemudi spontan membanting setir ke arah kanan. Pada saat bersamaan, odong-odong yang membawa rombongan calon jamaah umrah berada di jalur tersebut sehingga tabrakan samping tidak dapat dihindari.
“Mobil pick up selesai menyalip bus, kemudian di depannya ada sepeda motor. Sopir bermanuver ke kanan, namun bersamaan dengan itu ada kendaraan odong-odong sehingga terjadi serempetan,” jelas IPDA Adika.
Benturan awal membuat pengemudi mobil bak terbuka kehilangan kendali. Kendaraan tersebut kemudian melaju ke median jalan sebelah kanan dan menghantam sebuah pohon dengan keras hingga akhirnya berputar dan menghadap ke arah berlawanan.
Sementara itu, odong-odong yang juga kehilangan keseimbangan sempat menghantam tiang listrik di tepi jalan. Belum berhenti sampai di situ, kendaraan tersebut kemudian kembali meluncur dan menghantam bagian depan mobil bak terbuka yang sudah berputar sehingga terjadi tabrakan frontal atau yang dikenal masyarakat sebagai adu jangkrik.
Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan mobil pick up ringsek, sementara odong-odong mengalami kerusakan serius pada bagian depan dan samping akibat dua kali benturan.
Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 34 orang mengalami luka ringan, terdiri dari 29 penumpang beserta sopir odong-odong, serta lima orang dari mobil bak terbuka, termasuk pengemudinya. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis dan tidak ada korban yang mengalami luka berat maupun meninggal dunia.
Polisi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, odong-odong tersebut memang sedang digunakan untuk mengantar rombongan calon jamaah umrah menuju Bandara Internasional Lombok.
“Menurut informasi yang kami dapatkan, odong-odong ini hendak mengantar jamaah umrah ke bandara,” ujar Adika.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penggunaan kendaraan sesuai fungsi dan peruntukannya.
Ia juga menegaskan bahwa mobil bak terbuka sejatinya diperuntukkan untuk mengangkut barang, bukan penumpang. Begitu pula odong-odong yang pada dasarnya dirancang sebagai kendaraan wisata di kawasan tertentu, bukan untuk beroperasi di jalan raya yang memiliki arus lalu lintas padat dan kecepatan tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan kendaraan sesuai peruntukannya. Mobil bak terbuka bukan untuk mengangkut penumpang, sedangkan odong-odong juga tidak diperbolehkan beroperasi di jalan umum karena faktor keselamatan,” tegas IPDA Adika.
Saat ini Satlantas Polres Loteng masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kedua kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti, sementara keterangan para pengemudi dan sejumlah saksi masih terus didalami.
Insiden tersebut menjadi pelajaran bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan, terlebih ketika mengangkut rombongan dalam jumlah banyak. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan penggunaan kendaraan sesuai standar diharapkan dapat mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari. (01)


