Empat Tersangka Segera Duduk di Kursi Pesakitan
LOTENG – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan dump truck dan arm roll di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2021 kini memasuki babak krusial.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng memastikan proses hukum terhadap empat tersangka terus dipercepat agar perkara tersebut segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Tidak tanggung-tanggung, seluruh kekuatan yang dimiliki Kejari Loteng dikerahkan untuk menuntaskan pemberkasan perkara. Tim gabungan yang terdiri dari jaksa Tindak Pidana Khusus, personel Seksi Intelijen, hingga tiga pejabat struktural diterjunkan agar proses penyidikan tidak berlarut-larut dan pelimpahan perkara dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Kejaksaan Negeri Loteng, Putri Ayulandari, mengatakan saat ini seluruh fokus penyidik diarahkan pada penyempurnaan berkas perkara. Beberapa tersangka kembali diperiksa untuk melengkapi keterangan, sementara sejumlah saksi juga dipanggil ulang guna memastikan seluruh alat bukti telah memenuhi syarat formil maupun materiil sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan.
“Saat ini kami fokus pada penyelesaian pemberkasan. Beberapa tersangka telah dilakukan pemeriksaan ulang, demikian pula sejumlah saksi. Semua dilakukan untuk memastikan berkas perkara lengkap sehingga dapat segera kami limpahkan ke pengadilan. Kami tidak ingin ada lagi perkara yang berlarut-larut,” tegas Putri.
Ia menjelaskan, proses percepatan tersebut juga dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Langkah itu bertujuan memastikan seluruh administrasi berjalan sesuai ketentuan sehingga tidak ada hambatan ketika perkara memasuki tahap penuntutan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Apabila tidak ada kendala, setelah pemberkasan selesai perkara ini akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ujarnya.
Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial MAA, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah periode 2020–2021 yang menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); SU, mantan Kepala DLH periode 2021–2022 selaku KPA SA, mantan Kepala Subbidang Perencanaan DLH serta A yang merupakan Direktur perusahaan pemenang tender pengadaan kendaraan tersebut.
Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan ahli, dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan dump truck dan arm roll itu diperkirakan mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp700 juta.
Besarnya nilai kerugian tersebut menjadi salah satu alasan Kejari Loteng mempercepat proses hukum agar perkara segera diuji dalam persidangan dan memperoleh kepastian hukum.
Untuk mengejar target tersebut, Kejari Loteng membentuk tim gabungan lintas bidang. Tidak hanya penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus, personel Seksi Intelijen juga ikut diperbantukan sebagai penyidik.
Sementara Kepala Seksi Intelijen, Alfa Dera, bersama seluruh jaksa intelijen turut bergabung dalam tim. Selain itu, tiga pejabat struktural Kejari juga diterjunkan langsung mendukung penyelesaian perkara.
“Kami menggabungkan seluruh kekuatan yang ada. Tidak hanya tim dari Seksi Tindak Pidana Khusus, tetapi juga personel Seksi Intelijen serta tiga pejabat struktural kami libatkan agar pemberkasan segera selesai. Target kami jelas, perkara ini segera dilimpahkan ke pengadilan,” kata Putri
Ia menegaskan, komitmen Kejari Lombok Tengah bukan hanya membawa para tersangka ke meja hijau. Aspek pemulihan kerugian negara juga menjadi perhatian utama melalui penelusuran aset serta langkah-langkah hukum yang memungkinkan pengembalian kerugian keuangan negara.
“Penegakan hukum tidak berhenti pada penetapan tersangka atau penuntutan. Pemulihan kerugian keuangan negara juga menjadi fokus kami. Namun seluruh proses tersebut tetap dilakukan sesuai tahapan dan mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kejari Loteng berharap pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor dapat segera terlaksana setelah seluruh persyaratan pemberkasan dinyatakan lengkap. Setelah memasuki tahap penuntutan, institusi tersebut akan kembali memfokuskan perhatian pada penanganan sejumlah perkara dugaan tindak pidana korupsi lainnya yang juga menjadi prioritas.
Percepatan penyelesaian kasus ini disebut sebagai bagian dari komitmen Kejari Loteng dalam menghadirkan penegakan hukum yang cepat, profesional, transparan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Dengan semakin dekatnya proses persidangan, publik kini menanti bagaimana fakta-fakta dugaan korupsi dalam proyek pengadaan kendaraan operasional tersebut akan terungkap di hadapan majelis hakim. (01)




