Banjir Landa Kawasan Mandalika, Pemda dan Pemprov Tak Perlu Saling Berbalas Pantun
LOMBOK TENGAH (JM)— Anomali cuaca hingga jelang akhir tahun 2025 di Lombok Tengah dirasa cukup mengkhawatirkan dengan curah hujan tinggi. Ancaman longsor dan banjir bandang bisa menjadi momok yang mengancam sewaktu-waktu. Tak terkecuali yang berada di kawasan pariwisata.
Lalu Alamin, Ketua Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM), yang berbasis di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika menyampaikan keprihatinannya melalui laman media sosialnya.
Menurutnya menjadi sebuah dilema ketika suara-suara terkait lingkungan menjadi keliru persepsi di antara sebagian masyarakat, namun pemerintah juga seperti bingung.
“Ketika sy kritisi tentang pengerukan bukit yg dijadikan Villa, pekerja dan pemilik alat berat memusuhi sy. Saat sy mengeluh tentang tambang illegal, warga yang mencoba peruntungan lewat batu emas yang menghakimi sy. Saat kita paparkan bahaya menggunduli bukit untuk ditanami jagung, petani membara. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan kita. Nani muk ane ruen Kute.” keluhnya melalui Facebook-nya (Senin, 15/12/2025).
Hujan sepanjang awal pekan ini memang cukup deras. Terpantau dari beberapa postingan warganet, bahkan jalur utama Rembitan ke arah Kuta terlihat air mengalir deras di tengah jalan.
Hal ini kontras sekali dengan kondisi sehari-hari pada umumnya. Air yang tanpa penahan meluncur deras dari bukit-bukit sisi jalan yang memang nyaris tanpa pepohonan dan ditanami jagung oleh warga.

Selain itu, diduga bahwa kondisi ini memang diperparah oleh geliat pembangunan villa yang memang seperti tidak mengindahkan aturan lingkungan.
Pemerintah memang seharusnya bersikap tegas, tidak hanya kepada masyarakat dan investor, tapi juga terhadap pola sistemnya sendiri dalam menegakkan aturan.
Sebelum benar-benar terlambat, Pemda Lombok Tengah dan Pemprov NTB harus duduk bersama tanpa harus saling melempar tanggung jawab, apalagi saling menyalahkan.
Jika tidak, maka hal yang lebih besar bisa saja terjadi di kawasan yang di gadang-gadang menjadi destinasi unggulan tersebut.* (05/JW).




