Sambut Kadispar Baru, SWIM Lombok Tengah Tekankan Sinergitas dan Komunikasi Yang Baik: “Nanti Air PDAM Mati ya Anda Yang Ditanya”

Lalu Alamin, SWIM (foto: istimewa).

LOMBOK TENGAH— Perlunya kemampuan dinas pariwisata untuk mensinergikan sumber daya lokal dan luar negeri di kawasan pariwisata Lombok Tengah, khususnya KEK Mandalika, sehingga tidak terjadi benturan di lapangan, menjadi salah satu masukan dari Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) kepada pemerintah.

Demikian disampaikan tokoh SWIM, Lalu Alamin, saat diminta pendapatnya terhadap hal-hal yang perlu menjadi perhatian Lalu Muhammad Hatta sebagai Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah yang baru saja dilantik oleh Bupati Lalu Pathul Bahri.

Lebih lanjut Lalu Alamin mengatakan bahwa SWIM menyambut baik kehadiran kadispar yang baru sebagai sebuah harapan dunia pariwisata yang semakin baik.

“Sebagai warga Mandalika sekaligus pelaku pariwisata NTB, saya menyambut baik adanya kadispar yang definitif. Tentu kami berharap pariwisata Lombok Tengah tambah mantap dan bisa segera berbenah. Ya termasuk melanjutkan apa-apa yang sempat tertunda,” ucapnya melalui sambungan seluler, Senin (16/03/2026).

Baca juga: Lalu Muh. Hatta Definitif Kadispar Loteng, DPRD dan Tokoh Selatan Beri Respon

Menurutnya, permasalahan di KEK dan sekitarnya memang cukup rumit sehingga pemerintah, dalam hal ini dinas pariwisata, harus memiliki kemampuan komunikasi mumpuni agar program-program yang dilaksanakan secara mandiri oleh semua elemen benar-benar bisa menjadi mesin pertumbuhan pariwisata yang sustainable, harmonis, dan memberi efek positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sedikit catatan dari kami sebagai pelaku wisata di Mandalika adalah saat ini banyak warga negara asing yang memiliki izin tinggal dan bekerja di sektor pariwisata. Ini artinya para WNA tersebut tercatat sebagai expatriat yang juga sebagai pelaku wisata. Ini harus menjadi atensi,” jelas Lalu Alamin.

Disebutkan Lalu Alamin, bahwa selama ini di Mandalika sering terjadi gesekan antara WNA sebagai pemilik bisnis wisata dengan warga setempat.

“Dan dalam beberapa tahun terakhir memang kehadiran dispar begitu terasa sebagai penyeimbang para pihak. Jadi kami berharap semoga keharnonisan ini terus bisa dipertahankan oleh kadispar yang baru,” kata pria penggemar mobil sport ini.

Baca juga: Banyak Villa Bodong, PAD Bocor, Pemda Ompong

Dikatakannya sekarang ITDC sekarang sudah semakin terbuka dengan memberikan hak sewa kepada WNA grade menengah sehingga bidang usaha merekapun hampir sama dengan yang bisa dilakukan warga lokal.

“Oleh karena itu, menurut kami, kadispar itu harus all around, bisa berada dan berkomunikasi dalam segala situasi,” harap Lalu Alamin.

Secara spesifik, Lalu Alamin mengingatkan bahwa kadispar di Lombok Tengah itu seperti kepala dinas segala urusan, khususnya bagi warga selatan, karena ia memang dituntut mampu secara total menjadi representasi pemda dalam hal apapun.

“Karena ya gimana lagi. (Jangankan banjir) Disini itu kalau jalan rusak, lampu mati, air PDAM mati, bahkan mungkin pacarnya di bawa nikah sama bule, maka pasti yang akan ditanya pertama kali itu adalah Dinas Pariwisata, bukan pihak lain yang memang membidangi hal-hal tersebut. Unik sekali bukan?!” kata Lalu Alamin sambil tertawa.

Oleh karena itu, Lalu Alamin berharap kadispar juga mampu menjadi komunikator yang profesional terkait hal-hal dan persoalan-persoalan di KEK.

“Paling tidak ia bisa menjelaskan ke publik terkait posisi pemkab pada setiap persoalan di KEK,” tandasnya.*** (Kontributor: JW).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup