Dewan Dorong Kebangkitan Sektor Kelautan dan Perikanan
LOTENG – Komitmen mendorong kebangkitan sektor kelautan dan perikanan di Lombok Tengah (Loteng) terus diperkuat.
Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bilelando serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Awang.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya memastikan program strategis dari pemerintah pusat benar-benar berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
Kawasan ini dibangun sebagai pusat aktivitas nelayan terpadu, dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti cold storage, pabrik es balok, tempat docking kapal, bengkel nelayan, sentra kuliner, hingga pusat pemasaran ikan. Seluruh fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi perikanan.
Namun yang paling menarik, pengelolaan KNMP tidak hanya melibatkan tokoh-tokoh senior, tetapi justru didominasi oleh anak muda. Para pengurus yang tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bilelando sebagian besar berasal dari kalangan milenial dan generasi Z.
Kehadiran generasi muda ini dinilai membawa angin segar dalam pengelolaan kawasan. Dengan semangat, kreativitas, serta pemahaman terhadap teknologi dan manajemen modern, mereka diharapkan mampu mengelola KNMP secara profesional dan berkelanjutan.
“Ini yang membuat kita optimis. Anak-anak muda terlibat langsung, artinya ada energi baru. Tinggal bagaimana mereka memperkuat manajemen dan menyusun business plan yang matang agar semua fasilitas ini benar-benar produktif,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Loteng, Ferdi.
Para pengurus muda ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, termasuk digitalisasi pemasaran hasil perikanan, efisiensi distribusi, serta pengembangan sektor turunan seperti kuliner dan wisata berbasis pesisir.
Sementara itu, di TPI Dermaga Awang, geliat aktivitas ekonomi juga mulai terlihat. Transaksi hasil tangkapan nelayan menunjukkan peningkatan, dan yang tak kalah penting, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah mulai terasa.
Meski demikian, DPRD menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari penguatan sistem pengelolaan, peningkatan fasilitas pendukung, hingga optimalisasi peran TPI sebagai pusat distribusi hasil laut yang kompetitif.
“Potensinya besar, tapi memang perlu penataan lebih lanjut. Kalau dikelola maksimal, TPI Awang bisa menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Lombok Tengah,” ujarnya.
Kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang telah berjalan. DPRD dan DKP sepakat bahwa keberhasilan KNMP dan TPI tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat nelayan.
Harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan program serta konsistensi pengelolaan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat menjadi kunci utama agar fasilitas yang telah dibangun tidak hanya megah secara tampilan, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Dengan semangat baru yang dibawa generasi muda, KNMP Bilelando diharapkan mampu menjadi model pengembangan kampung nelayan modern. Sementara TPI Awang diharapkan terus berkembang menjadi pusat perdagangan ikan yang efisien dan berdaya saing.
Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kawasan ini akan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Loteng. (01)


