Bendungan Batujai Bersiap Jadi Hub Seaplane Pertama
LOTENG – Rencana pengembangan Bendungan Batujai di Kabupaten Lombok Tengah sebagai pusat operasional pesawat amfibi atau seaplane terus menunjukkan progres positif.
Pemerintah Loteng memastikan berbagai proses perizinan dan administrasi saat ini masih berlangsung di tingkat pemerintah pusat, khususnya di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Bupati Loteng HL Pathul Bahri, optimistis seluruh proses yang sedang berjalan dapat segera rampung sehingga investor dapat segera merealisasikan investasi strategis tersebut di kawasan Bendungan Batujai.
“Sekarang masih dalam proses pengurusan di Kementerian Perhubungan. Mudah-mudahan semuanya segera rampung sehingga investor bisa segera memulai pengerjaan terminal di kawasan bendungan,” ujar Pathul Bahri.
Menurutnya, keseriusan investor tidak hanya ditunjukkan melalui rencana pembangunan fasilitas terminal seaplane, tetapi juga melalui komitmen untuk mengakuisisi atau membeli lahan yang nantinya akan digunakan sebagai kawasan penunjang operasional transportasi udara berbasis perairan tersebut.
“Investor juga berencana membeli lahan terminal yang akan digunakan untuk mendukung operasional seaplane. Ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk bukan sekadar wacana, tetapi sudah mengarah pada tahap realisasi,” katanya.
Pathul Bahri menegaskan bahwa Bendungan Batujai memiliki potensi besar dan sangat siap untuk difungsikan sebagai hanggar sekaligus titik pendaratan pesawat seaplane. Dengan panjang lintasan air yang mencapai sekitar 400 meter, kawasan bendungan dinilai telah memenuhi syarat teknis untuk mendukung operasional awal dua unit pesawat.
“Bendungan Batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung penuh rencana ini. Ini akan menjadi penghubung antar kabupaten dan kota di NTB melalui seaplane,” tegasnya.
Menurut Bupati, kehadiran transportasi udara berbasis seaplane akan menjadi terobosan baru dalam sistem konektivitas antardestinasi wisata dan pusat ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Moda transportasi ini dinilai mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus membuka akses ke sejumlah wilayah yang selama ini membutuhkan waktu tempuh cukup panjang melalui jalur darat maupun laut.
Dalam pengembangannya, Bendungan Batujai diproyeksikan menjadi hub seaplane pertama di Indonesia. Keberadaan fasilitas ini nantinya akan menghubungkan berbagai destinasi unggulan NTB dalam satu jaringan transportasi udara yang cepat dan efisien.
Beberapa destinasi yang direncanakan terhubung melalui layanan seaplane antara lain kawasan Mandalika, Senggigi, kawasan wisata Gili, Pulau Moyo, hingga Tambora. Kehadiran jalur penerbangan tersebut diyakini akan memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia.
Selain mendukung sektor pariwisata, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Bendungan Batujai. Aktivitas penerbangan, pembangunan terminal, hingga masuknya investasi swasta diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Loteng meyakini proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, perhotelan, kuliner, serta usaha mikro dan kecil di sekitar kawasan.
“Kalau ini terwujud, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Akan ada perputaran ekonomi baru, peluang usaha baru, dan tentunya membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” ungkap Pathul Bahri.
Ia menambahkan, Pemerintah Loteng akan terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pengembangan proyek tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan investor menjadi kunci agar rencana besar ini dapat segera terealisasi.
Dengan potensi yang dimiliki Bendungan Batujai serta dukungan investasi yang mulai mengalir, Loteng kini bersiap menorehkan sejarah baru di sektor transportasi dan pariwisata nasional. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kawasan Batujai tidak hanya menjadi ikon baru Loteng, tetapi juga menjadi pionir transportasi seaplane yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Indonesia.(01)


