WNA Asal Afrika Utara Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Sewaan Kuta Mandalika
LOTENG — Suasana di kawasan Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak geger setelah seorang warga negara asing (WNA) ditemukan meninggal dunia di rumah yang disewanya, Sabtu (9/8).
WNA berinisial PG (54) tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah warga sekitar mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari dalam rumah tempat korban tinggal.
Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga. Pasalnya, korban disebut sudah beberapa hari tidak terlihat keluar dari rumah yang ditempatinya di kawasan Kuta, yang merupakan salah satu kawasan pariwisata utama di sekitar Mandalika.
Kapolsek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, AKP I Ketut Artana, membenarkan adanya penemuan WNA meninggal dunia tersebut.
Menurutnya, korban merupakan WNA asal kawasan Afrika Utara yang selama berada di Lombok Tengah tinggal di sebuah rumah sewaan di wilayah Desa Kuta.
Kematian korban pertama kali diketahui bukan karena adanya laporan langsung dari keluarga maupun penghuni rumah, melainkan setelah warga sekitar mencium bau menyengat.
Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah anak sedang bermain di sekitar rumah korban. Saat bermain, mereka mencium aroma tidak sedap yang semakin kuat dari arah rumah tersebut. Merasa curiga, anak-anak kemudian memberitahukan hal itu kepada warga sekitar.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti seorang warga bernama Jono yang mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Saat dilakukan pengecekan, warga mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Anak-anak awalnya bermain di sekitar rumah. Mereka mencium bau tidak sedap dan melaporkannya kepada warga. Setelah dicek, ternyata ada orang yang sudah meninggal,” kata AKP I Ketut Artana, Minggu (10/8).
Penemuan itu kemudian membuat warga berdatangan ke sekitar lokasi. Petugas kepolisian juga segera mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi korban
Meski korban ditemukan sudah tidak bernyawa, polisi hingga kini belum menyimpulkan penyebab kematian PG.
Petugas masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan awal untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi korban sebelum meninggal dunia.
Artana menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum proses pemeriksaan medis selesai dilakukan.
“Kami belum berani menduga penyebabnya. Yang jelas akan dilakukan visum luar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis kemungkinan munculnya berbagai dugaan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Untuk memastikan penyebab kematian secara lebih mendalam, kepolisian juga masih menunggu kedatangan pihak keluarga korban dari luar negeri.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses penanganan jenazah.
Keluarga PG disebut telah dihubungi dan dijadwalkan datang ke Indonesia dalam waktu dekat.
Kedatangan keluarga menjadi penting, terutama untuk menentukan langkah medis berikutnya terhadap jenazah.
Polisi menyebut kemungkinan autopsi masih akan dibicarakan bersama keluarga korban.
“Nanti akan dibicarakan apakah dilakukan autopsi atau tidak,” kata Artana.
Dengan demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keputusan terkait tindakan autopsi.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi dari rumah sewaan tersebut.
Petugas bersama pihak Puskesmas Kuta melakukan proses evakuasi sebelum jenazah dibawa ke RSUD Provinsi NTB untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Proses evakuasi dilakukan setelah petugas kepolisian menyelesaikan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kasus penemuan WNA meninggal dunia tersebut kini juga menjadi perhatian jajaran Satreskrim Polres Lombok Tengah.
Polsek Kawasan KEK Mandalika telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk mendalami kejadian tersebut.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kronologi secara utuh, termasuk aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia serta kondisi rumah tempat korban tinggal.
Polisi juga masih mengumpulkan informasi dari warga sekitar maupun pihak-pihak yang mengetahui keberadaan korban selama beberapa hari terakhir.
Sejumlah keterangan tersebut akan menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk memastikan apakah kematian korban murni akibat kondisi kesehatan, faktor lain, atau terdapat hal lain yang perlu didalami.
Namun hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Penemuan WNA meninggal dunia di kawasan Kuta Mandalika menjadi perhatian tersendiri karena wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Desa Kuta dan kawasan Mandalika selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas pariwisata di Lombok Tengah.
Karena itu, setiap peristiwa yang melibatkan wisatawan atau warga negara asing mendapat perhatian dari masyarakat maupun aparat keamanan.
Meski demikian, kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban.
Penyebab pasti kematian PG masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Hingga kini, polisi masih bekerja untuk mengungkap kronologi secara lengkap dan memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan sesuai prosedur.
Kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Kawasan KEK Mandalika bersama Satreskrim Polres Lombok Tengah.
Pihak kepolisian memastikan setiap informasi yang diperoleh akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik meninggalnya WNA berusia 54 tahun tersebut.(01)




