Gubernur Tegaskan Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXI NTB Bersifat Final

LOTENG – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, kredibilitas, dan marwah pelaksanaan MTQ yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Loteng.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Iqbal usai mengukuhkan sebanyak 187 dewan hakim MTQ XXXI NTB di Ballroom Kantor Bupati Loteng, kemarin. Pengukuhan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum dimulainya seluruh rangkaian perlombaan yang akan diikuti para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.

Di hadapan para dewan hakim, panitia, serta tamu undangan yang hadir, Gubernur Iqbal menekankan bahwa tugas yang diemban para hakim bukan sekadar memberikan nilai, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ sebagai ajang syiar Islam yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

“Keputusan dewan hakim tidak bisa diganggu gugat. Mereka dipilih sesuai dengan keahliannya masing-masing. Karena itu, kami berharap para dewan hakim dapat memberikan penilaian secara objektif, profesional, dan adil kepada seluruh peserta,” tegas Iqbal.

Menurutnya, para dewan hakim yang dikukuhkan telah melalui proses seleksi dan penetapan yang mempertimbangkan kapasitas keilmuan, pengalaman, serta kompetensi pada bidang masing-masing. Karena itu, masyarakat dan seluruh peserta diharapkan dapat memberikan kepercayaan penuh kepada dewan hakim dalam menjalankan tugasnya.

Gubernur menilai keberhasilan sebuah MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemegahan penyelenggaraan atau jumlah peserta yang mengikuti perlombaan, tetapi juga oleh kualitas dan integritas sistem penilaian yang diterapkan selama kompetisi berlangsung.

“Objektivitas menjadi kunci utama. Ketika penilaian dilakukan secara jujur dan profesional, maka peserta yang keluar sebagai juara benar-benar merupakan yang terbaik dan layak mewakili NTB pada level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sebanyak 187 dewan hakim yang bertugas pada MTQ XXXI NTB berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB. Keterlibatan para ahli dari berbagai daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat independensi serta menjaga keseimbangan dalam proses penilaian seluruh cabang perlombaan.

Dengan komposisi hakim yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan wilayah, pelaksanaan MTQ diharapkan dapat berjalan lebih transparan dan terhindar dari berbagai persepsi negatif yang dapat mengurangi nilai-nilai luhur dari ajang tersebut.

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki itu juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dan memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata-mata mengejar gelar juara.

Ia berharap seluruh kafilah yang datang dari berbagai daerah di NTB mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.

“Kita berharap seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dan tetap menjaga akhlak yang baik. Mereka yang nantinya menjadi juara diharapkan mampu membawa nama baik NTB dan menjadi wakil terbaik pada MTQ tingkat nasional,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sebuah kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an. Menurutnya, MTQ merupakan wahana untuk membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Qurani sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh kebersamaan di tengah keberagaman yang dimiliki NTB.

“MTQ bukan sekadar mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an, memperkuat persaudaraan, dan membangun generasi yang memiliki akhlak mulia,” ujarnya.

Pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB tahun 2026 sendiri menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di daerah. Kabupaten Lombok Tengah yang dipercaya sebagai tuan rumah telah melakukan berbagai persiapan guna menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ribuan peserta, official, dewan hakim, serta tamu undangan dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB diperkirakan hadir dalam ajang yang berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Selain menjadi ajang syiar Islam, MTQ juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, perhotelan, dan usaha mikro di daerah tuan rumah.

Dengan dikukuhkannya dewan hakim dan dimulainya seluruh rangkaian perlombaan, harapan besar kini tertuju pada lahirnya qari dan qariah terbaik yang tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

MTQ XXXI NTB 2026 pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi Qurani di Bumi Gora, sekaligus melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup