Sempat Sentuh 9,01 Persen, 2026 Lombok Tengah Makin Gaspol Atasi Stunting

dr Nasrullah, Kabid Kesmas Dikes Lombok Tengah.

LOMBOK TENGAH— Kerja keras menekan angka stunting oleh Pemerintah Lombok Tengah dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat baik. Capaian pada Maret 2026 sampai saat ini dianggap sebagai salah satu titik angka terendah yang sempat mencapai 9,01 persen.

Angka penuruan yang stabil ini didasarkan pada catatan data Elektronik – Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM). Dari hasil pelaporan tersebut membuahkan angka penurunan sampai 2 persen pertahun dan stabil hingga Juli kemarin pada 9,51 persen.

Baca juga: Pemkab Bidik Nol Kasus Stunting Lewat Perubahan Pola Asuh

Dalam data yang diperoleh media ini, pada grafik Dinas Kesehatan Lombok Tegah, baseline pada Januari 2026 dari 7.985 bayi stunting yang diukur atau mewakili 9,81 persen.

Volatilitas sempat terjadi pada Februari dimana jumlahnya hingga 10,22 persen atau naik mencapai lebih dari delapan ribu balita. Situasi ini dianggap posisi tertinggi hingga semester pertama 2026.

Namun situasi berbeda terjadi pada Maret tahun yang sama ini, ketika angkanya terjun ke 9,01 persen. Ini merupakan angka keberhasilan yang cukup spektakuler karena menyusut menjadi 7.446 balita.

Baca juga: Lombok Tengah Galakkan SMART-MMS, Langkah Inovasi Sehatkan Ibu Bayi dan Cegah Stunting

“Selanjutnya di bulan-bulan berikutnya hingga Juli, trennya menjadi stabil. Selalu tetap dibawah 10 persen. Fasenya landai,” kata Kabid Kesmas, Dikes Lombok Tengah, dr Nasrullah (02/09/2026).

Dalam data yang ada, jika ditarik kembali jauh ke tahun 2023, jumlah bayi stunting sempat mencapai angka yang begitu tinggi pada 23,03 persen.

“Hampir 22 ribu balita saat itu menandakan betapa berat kita dulu harus memulai, tapi alhamdulillah hasil kerja selama lima tahun terakhir membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, kita pangkas angka itu jauh hingga lebih dari setengahnya,” ujar dr Nasrullah.

Baca juga: Genjot Penurunan Stunting dan BBLR, Dikes Lombok Tengah Suplai Ibu Hamil Suplemen MMS

Lebih lanjut, pihaknya berharap kesuksesan ini akan terus berlanjut  dengan dukungan dari seluruh pihak di Lombok Tengah, terutama dari masyarakat.

“Kami berharap masyarakat, sebab dukungan ini yang utama, untuk terus mengikuti arahan agar anak-anak kita kedepan terbebas total dari stunting. Tentu itu menjadi doa dan harapan kita. Insha Allah, kita akan terus bekerja keras mewujudkan cita-cita besar generasi emas,” demikian dr Nasrullah.*** (Kontributor: JW / Editor: Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup