15 KDMP Lombok Tengah Rampung 100 Persen, 9 Desa Terganjal Lahan
LOTENG – Program pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari total 154 desa yang menjadi sasaran program nasional tersebut, sebanyak 15 KDPM telah dinyatakan rampung 100 persen dan siap beroperasi setelah sarana, prasarana, serta gerai pendukungnya tersedia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Loteng, Ikhsan, mengungkapkan bahwa proses pembentukan KDPM di sejumlah desa telah memasuki tahap akhir. Saat ini pemerintah daerah fokus menyiapkan berbagai kebutuhan penunjang agar koperasi yang telah terbentuk dapat segera menjalankan aktivitas usahanya secara optimal.
“Untuk 15 KDPM sudah final seratus persen. Saat ini tinggal menunggu sarana prasarana maupun gerai yang akan menjadi pusat aktivitas koperasi. Sedangkan desa-desa lainnya masih dalam tahap progres penyelesaian,” ujar Ikhsan.
Menurutnya, program KDPM menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperluas akses pemasaran produk lokal.
Ikhsan menjelaskan, secara umum proses pembentukan KDPM di Loteng berjalan cukup baik. Dukungan pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor penting yang mempercepat realisasi program tersebut.
Namun demikian, pelaksanaan program tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Dari total 154 desa yang ada di Loteng, terdapat sembilan desa yang hingga kini menghadapi kendala serius berupa ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas KDPM.
“Memang ada sembilan desa yang saat ini belum memiliki lahan untuk pembangunan KDPM. Ini menjadi tantangan yang sedang kami carikan solusi bersama pemerintah desa dan pihak terkait,” katanya.
Keterbatasan lahan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi percepatan pembangunan fasilitas koperasi. Meski demikian, Dinas Koperasi dan UKM memastikan proses koordinasi terus dilakukan agar desa-desa yang terkendala dapat segera menemukan alternatif lokasi yang sesuai.
Pihaknya optimistis seluruh desa nantinya dapat memiliki KDPM sebagai pusat penguatan ekonomi masyarakat. Program ini tidak hanya difokuskan pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan koperasi yang sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga desa.
Selain sebagai pusat kegiatan ekonomi, KDPM juga diharapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan, hingga usaha mikro dan kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.
Dengan keberadaan KDPM, pemerintah berharap perputaran ekonomi dapat terjadi di tingkat desa sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Koperasi juga diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat dalam memperoleh akses permodalan, pemasaran produk, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Seiring dengan terus berjalannya proses pembentukan KDPM di desa-desa lainnya, Pemkab Lombok Tengah menargetkan seluruh koperasi dapat segera beroperasi dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan koperasi yang terbentuk benar-benar siap menjalankan usahanya. Kami optimistis program ini akan menjadi motor penggerak ekonomi desa di Loteng,” pungkas Ikhsan.
Ia menambahkan, program koperasi merah putih ini sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Dengan dukungan seluruh pihak, Loteng menargetkan seluruh desa dapat segera memiliki koperasi yang aktif, mandiri, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal. (01)


