Puskesmas Praya Jadi Lokus Penelitian Kesehatan Internasional, Bidik Inovasi Sistem Kesehatan Terintegrasi dan Responsif

LOMBOK TENGAH— Program Pilot Model Island-SECURE sebagai sebuah program kolaborasi kesehatan internasional yang melibatkan akademisi dan tenaga kesehatan dari Indonesia dan Amerika Serikat menjadikan UPTD BLUD Puskesmas Praya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan penelitian.

Kegiatan penelitian yang berlangsung dari 13 hingga 17 Juli 2026 tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu  Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram), Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Emory University, serta Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta, Amerika Serikat.

“Jadi di hari pertama dan kedua, tim melakukan wawancara dengan sejumlah penanggung jawab program di Puskesmas Praya. Wawancara yang dilakukan mencakup Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dan surveilans, program TB/HIV, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, serta laboratorium,” kata Kepala Dinas Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah, menceritakan proses yang telah berlangsung (29/07/2026).

Mamang memaparkan, tiga mahasiswa magister dari Emory University didampingi tim FKIK Unram dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah telah melakukan pengumpulan data sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan program kesehatan di tingkat puskesmas.

Baca juga: PKM Batunyala Torehkan Capaian Memuaskan, Survei Kepuasan Masyarakat Capai 93,5 Persen

Selanjutnya, kata Mamang, tim pada hari ketiga melakukan kunjungan lapangan ke salah satu posyandu terpilih, yakni Posyandu Anyelir di Gililebur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat posyandu.

Kemudian pada hari keempat, tim kembali melakukan wawancara terkait Program Promosi Kesehatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah ruangan pelayanan di Puskesmas Praya, di antaranya Unit Gawat Darurat (UGD), ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), ruang TB/HIV, serta ruang laboratorium.

“Penelitian ini tidak hanya dilaksanakan di Puskesmas Praya. Dalam program Pilot Model Island-SECURE, terdapat tiga puskesmas yang menjadi lokasi penelitian di Lombok Tengah, yakni Puskesmas Praya, Puskesmas Teratak, dan Puskesmas Kuta,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi pada 28 Juli 2026 di UPTD BLUD Puskesmas Praya dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Kepala Dinas Kesehatan NTB, kepala puskesmas terpilih, serta para penanggung jawab program dari masing-masing puskesmas.

“Program Pilot Model Island-SECURE bertujuan mengembangkan model pengawasan kesehatan terpadu sekaligus sistem respons cepat terhadap kondisi darurat kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan maupun daerah dengan karakteristik geografis tertentu,” ungkap Mamang.

Baca juga: Layanan Kesehatan Mata PKM Bagu Diapresiasi FHF, Dukung Pengembangan Bagu Vision Center

Keterlibatan Puskesmas Praya dalam program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas layanan kesehatan di tingkat daerah. Melalui kolaborasi tersebut, akademisi dan mahasiswa dari Emory University Atlanta dapat bertukar pengetahuan secara langsung dengan tenaga kesehatan di puskesmas.

Selain pertukaran ilmu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini penyakit, komunikasi risiko, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah maupun kondisi darurat medis.

“Kolaborasi (FKIK Unram, Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Emory University, dan CDC Atlanta} ini sekaligus merupakan bagian dari pengembangan inovasi sistem kesehatan yang lebih terintegrasi dan responsive agar mampu menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di tingkat lokal, “ demikian Mamang.*** (Kontributor: JW / Editor: Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup