Mutasi Pejabat Pemda Loteng Segera Bergulir
LOTENG – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah dalam waktu dekat akan menggelar mutasi pejabat eselon II dan III. Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya pejabat yang telah memasuki masa purna tugas, sehingga menyebabkan sejumlah jabatan strategis mengalami kekosongan.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, membenarkan bahwa beberapa pejabat eselon II dan III telah purna tugas. Kondisi tersebut, menurutnya, mengharuskan pemerintah daerah segera melakukan mutasi untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus melakukan penyegaran birokrasi.
“Dalam waktu dekat ini akan ada mutasi untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan. Drafnya sudah disusun dan tinggal menunggu hari pelaksanaannya,” kata Pathul.
Saat ini, sejumlah jabatan eselon II yang masih kosong antara lain Kepala Dinas Pertanian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas BKKBN, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Selain itu, beberapa jabatan eselon III juga dilaporkan mengalami kekosongan.
Pathul memastikan mutasi akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan ditargetkan tidak melewati bulan Januari 2026.
“Insyaallah, kalau tidak ada halangan, mutasi akan digelar dalam minggu-minggu ini atau paling lambat bulan Januari ini,” ujarnya usai bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di MAN 1 Lombok Tengah.
Ketua DPW Partai Gerindra NTB itu menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi dan penting untuk menjaga dinamika serta meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan.
“Perpindahan jabatan bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat kerja aparatur. Bisa saja sebelumnya kurang bersemangat, tetapi setelah ditempatkan di jabatan baru, gairah kerjanya kembali muncul,” jelasnya.
Ia menambahkan, mutasi di tubuh birokrasi merupakan bagian dari upaya penyegaran yang lazim dilakukan di seluruh lingkungan pemerintahan.
“Mutasi itu hal yang biasa dan penting untuk penyegaran organisasi,” pungkasnya. (01)



