Lombok Tengah Kukuhkan Bunda Literasi se-Kabupaten

LOTENG— Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah secara resmi mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Lombok Tengah serta meluncurkan program inovatif LAPANG (Layanan Pemustaka untuk yang berusia Lanjut 60 tahun ke atas dan Layanan untuk Disabilitas).

Acara berlangsung pada di Ballroom Kantor Bupati dengan dihadiri Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, Bunda Literasi Lombok Tengah Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, para kepala perangkat daerah, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita, perwakilan Bhayangkari, para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Lombok Tengah.

Pengukuhan Bunda Literasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dari tingkat desa hingga kecamatan. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan minat baca masyarakat melalui pembiasaan literasi di keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Sementara itu, program LAPANG dihadirkan untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan, khususnya bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas, sehingga literasi dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Loteng, Lalu Muliawan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam membangun budaya literasi.

“Lombok Tengah mampu menghadirkan literasi untuk mensejahterakan masyarakat. Sinergi Bunda Literasi desa dan kecamatan akan berperan besar dalam meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya.

Sementara Bupati H. Lalu Pathul Bahri menekankan bahwa Bunda Literasi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak budaya baca di masyarakat.

“Bunda Literasi kecamatan, desa, dan kelurahan harus menjadi role model yang menginspirasi masyarakat. Literasi hari ini tidak hanya membaca, tetapi belajar, memahami, dan mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan,” tegasnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Loteng Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, menyoroti pentingnya literasi sebagai kemampuan memahami dan mengelola informasi di era digital.

“Literasi bukan hanya membaca, tetapi juga mengolah informasi secara cerdas dan bermanfaat. Literasi dasar adalah tanggung jawab kita bersama untuk menggerakkan anak-anak mencintai buku, terutama di era digital,” tuturnya. Ia juga mendorong setiap desa untuk mengaktifkan dan mengembangkan Perpustakaan Desa sebagai pusat tumbuhnya budaya baca.

Melalui pengukuhan Bunda Literasi dan peluncuran program LAPANG, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat—dari anak-anak hingga lansia serta penyandang disabilitas. Langkah ini diharapkan menjadi motor utama peningkatan indeks literasi di Lombok Tengah dalam beberapa tahun mendatang. (01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup