DPRD Dorong PDAM Optimalkan PAD dari Pengelolaan Air Bersih SPAM Mandalika
LOTENG — Pemerintah daerah diminta untuk lebih serius mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pengelolaan air bersih, terutama setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika resmi diserahkan Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemda Lombok Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan DPRD Lombok Tengah yang menilai bahwa kemandirian fiskal daerah tidak bisa lepas dari upaya memaksimalkan pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Dalam hal kemandirian fiskal, tentu saja PAD harus digenjot semaksimal mungkin, salah satunya yang bersumber dari BUMD. Oleh sebab itu penting bagi kami untuk meminta PDAM melakukan optimalisasi PAD dari pengelolaan air bersih, khususnya dari SPAM Mandalika,” ujar anggota Fraksi NasDem Loteng, Ki Agus Azhar kemarin.
DPRD menilai, dengan telah berpindahnya kewenangan pengelolaan SPAM Mandalika ke Pemda Lombok Tengah, seharusnya PDAM dapat lebih agresif mengelola dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sumber pemasukan baru bagi daerah.
Selain itu, DPRD juga menyoroti potensi pendapatan dari sektor air tanah yang dinilai belum tersentuh secara optimal. Banyak usaha atau bisnis yang menggunakan air tanah, namun kontribusi pajak maupun retribusinya belum terdata secara maksimal.
“Pemerintah perlu mendata usaha-usaha atau bisnis yang menggunakan air tanah agar mereka menjalankan kewajiban pajak atau retribusinya. Sektor air tanah kami lihat belum pernah tersentuh selama ini, padahal potensi pemasukannya cukup besar,” tegasnya.
DPRD berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret agar pengelolaan sumber daya air dapat menjadi salah satu sektor andalan dalam meningkatkan PAD. (01)



