Dewan Juri Porwada PWI NTB 2026 Rilis Daftar Juara Karya Jurnalistik dan Fotografi, Siapa Pemenangnya?

Porwada PWI NTB 2026

MATARAM— Cabang lomba karya jurnalistik dan fotografi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 akhirnya mengumumkan hasil resmi para pemenangnya, Kamis (02/07/2026).

Ini agak berbeda dengan cabang olahraga lainnya sudah lebih dulu melahirkan para pemenang, untuk lomba karya jurnalistik dan fotografi memilih untuk menetapkan para juara satu minggu setelah kejuaraan berakhir.

Faktor kebutuhan waktu yang agak panjang bagi dewan juri karena khusus lomba tersebut memang bertumpu pada skor dan catatan waktu.

Baca juga: Dewan Juri Jurnalistik dan Fotografi Porwada 2026 Dapat Piagam Kadiskominfo, Harap NTB Juara di Porwanas

Koordinator Lomba Jurnalistik dan Fotografi, Rudi Hidayat, mengatakan proses penilaian dilakukan secara serius dan melibatkan juri yang memiliki rekam jejak kuat di bidang masing-masing.

“Masukan dari para juri jelas, jangan cepat puas dengan hasil ini. Ini baru titik awal. Sebelum menuju Porwanas, kemampuan harus terus diasah agar kualitas karya semakin matang dan mampu bersaing di level nasional,” ujar Rudi.

Menurutnya, antusiasme peserta memang cukup tinggi. Untuk kategori karya jurnalistik diikuti 17 wartawan, sementara kategori fotografi diikuti lima wartawan.

“Di arena jurnalistik dan fotografi, yang dipertaruhkan adalah ide, kedalaman cerita, ketajaman sudut pandang, hingga kemampuan menangkap momen menjadi karya yang berbicara,” paparnya.

Pengumuman ini sekaligus menjadi semacam “golden ticket” bagi para peserta terbaik untuk terus mengasah kemampuan menuju panggung yang lebih tinggi yakni Porwanas 2027 yang akan digelar di Lampung.

Pada cabang karya jurnalistik, dewan juri diisi nama-nama yang tidak asing di dunia media dan komunikasi NTB. Mereka adalah Nurdin Rangga Barani, mantan wartawan MBM Sinar, Akdiansyah yang kini menjadi anggota DPRD NTB, serta Bambang Mei Finarwanto, Direktur M16.

Sementara kategori fotografi dinilai oleh Ferry Gunawan yang dikenal sebagai fotografer profesional, Boy Mashudi selaku wartawan senior dan Ketua JMSI NTB, serta Suaeb Qury yang juga Komisioner KIP NTB sekaligus penulis sejumlah buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu ini menegaskan bahwa karya jurnalistik yang menonjol bukan hanya soal kemampuan merangkai kalimat, tetapi juga keberanian menggali fakta dan menghadirkan perspektif yang kuat.

“Jurnalisme yang baik tidak berhenti pada peristiwa. Ia harus mampu menghadirkan konteks, kedalaman, dan memberi pengalaman kepada pembaca untuk memahami sesuatu secara utuh. Kompetisi seperti ini menjadi ruang latihan yang penting bagi wartawan,” kata nya

Baca juga: Penantian 10 Tahun Berakhir, Pengurus PWI Lombok Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dikukuhkan

Dalam perlombaan ini, karya jurnalistik dipertandingkan dalam lima mata lomba, yakni TV Porwada, Features Porwada, Features Wisata Loang Balok, Features Olahraga, dan Medsos Porwada.

Adapun kategori fotografi melombakan tema Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada, dan Ekonomi NTB.

Penilaian jurnalistik sendiri dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari kesesuaian tema dan judul, orisinalitas gagasan, kedalaman liputan, penggunaan bahasa sesuai kaidah EYD, gaya penulisan, struktur kalimat, hingga kualitas penyajian karya.

Sedangkan pada fotografi, aspek yang dinilai mencakup relevansi dengan tema, ketajaman visual, pemilihan angle, serta kekuatan komposisi.

Berikut daftar Pemenang Lomba Karya Jurnalistik

TV Porwada
Juara I: Aris Munandar
Juara II: Yoni Ariadi

Feature Porwada
Juara I: Lalu Habib
Juara II: Fajar

Feature Olahraga
Juara I: Saudi
Juara II: Khaeruddin

Feature Wisata
Juara I: M. Nasrullah

Medsos Porwada
Juara I: Ratna Dewi

Daftar Pemenang Lomba Fotografi

Kategori Pembukaan Porwada
Juara I: M. Awal
Juara II: Wira Surya
Juara III: Saptono Yudi

Grand Final Porwada
Juara I: Randy
Juara II: Khaeruddin

Wisata Loang Balok (Eksibisi)
Juara I: KHM Nasuhi

Juri Fotografi, Ferry Gunawan, menyebut foto jurnalistik bukan hanya gambar yang enak dipandang, tetapi karya yang mampu menyampaikan cerita.

“Foto yang baik adalah foto yang berbicara. Sekali dilihat, publik bisa menangkap emosi, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan,” demikian Ferry.*** (Rilis: Bambang MF / Editor: Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup