Kejuaraan Masmirah Championship 2026 di Harap Jadi Momentum Kebangkitan Pencak Silat di NTB
LOMBOK TENGAH— Kejuaraan Pencak Silat Masmirah Championship 2026 yang berlangsung sejak 27 Juli lalu, resmi ditutup pada Kamis (30/07/2026). Kontestasi ini memperebutkan Piala Bupati Lombok Tengah dan diikuti oleh 650 pesilat se-NTB.
Ketua IPSI Kabupaten Lombok Tengah, Bambang Supratomo, mengatakan bahwa Masmirah Championship ini merupakan bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain itu, menurutnya, kompetisi ini digadang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan sesama pencak silat.
Baca juga: Atlet Tampil Digdaya Lampaui Target, Lombok Tengah Juara Umum Tenis Meja di Porprov NTB 2026
“Sebanyak 650 pesilat dari seluruh kabupaten/kota di NTB mengikuti kejuaraan ini. Ini adalah momentum untuk mencari bibit-bibit pesilat yang nantinya akan berkembang menjadi atlet berprestasi dan mampu bersaing pada event yang lebih besar di masa depan,” ujar Bambang.
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menjaring bibit-bibit pesilat potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan yang lebih besar pada lima hingga sepuluh tahun mendatang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menekankan bahwa nilai utama dari kejuaraan ini adalah membangun silaturahmi dan memperkuat persatuan di antara seluruh perguruan pencak silat.
“Ini adalah ajang bagi insan silat untuk bersilaturahmi. Kesampingkan siapa yang menjadi juara maupun yang belum berhasil meraih juara, karena nilai kebersamaan jauh lebih penting, kata Pathul.
Baca juga: Tinju Loteng Cetak Sejarah, Sabet Gelar Juara Umum Porprov NTB 2026
Selama empat hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung menggunakan sistem penilaian digital sehingga dianggap objektif dan transparan. Penetapan pemenang dilakukan oleh Lembaga Wasit Juri IPSI Kabupaten Lombok Tengah melalui Berita Acara Penetapan Pemenang.
Kejuaraan Pencak Silat Masmirah Championship 2026 ini selanjutnya diharapkan bisa menjadi tonggak penting dalam pembinaan olahraga pencak silat di Nusa Tenggara Barat.
“Walaupun ini bertajuk Piala Bupati Lombok Tengah, kami tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh perguruan silat dari kabupaten lain untuk ikut berpartisipasi. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang evaluasi sekaligus mempererat persaudaraan,” demikian Pathul.*** (Editor: Tim Redaksi).


