Idul Fitri Berubah Jadi Duka di Alas, DPC PDIP Sumbawa Salurkan Bantuan
ALAS, SUMBAWA— Sebanyak 30 rumah (sebagian informasi menyebut 31 rumah) menjadi korban dalam musibah kebakaran yang terjadi di Sawo Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Sumbawa, pada Minggu (22/03/2026) dini hari.
Dugaan sementara, kebakaran di perkampungan yang cukup padat itu berawal dari puntung rokok atau obat nyamuk di salah satu rumah. Satu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumbawa meninggal dunia saat menjalankan tugasnya dilokasi kejadian akibat tersengat aliran listrik.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian banyak pihak, termasuk DPC PDIP Sumbawa yang langsung bergerak menyalurkan bantuan senilai Rp 25 juta yang di atensi langsung oleh Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat. Bantuan tersebut langsung disalurkan kepada warga terdampak.
“Nilainya mungkin tidak besar, namun ini adalah wujud nyata kepedulian kami. PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, atas arahan DPD PDI Perjuangan NTB, hadir untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Ketua DPC PDIP Sumbawa, Abdul Rafiq, Senin (23/03/2026).
Baca juga: Kadernya di Lombok Timur Tertimpa Musibah, PDIP NTB Gotong Royong Ringankan Beban
Disampaikannya bahwa Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat juga telah melakukan komunikasi dengan DPP, khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPP sebagai laporan. Diharapkan ke depan akan ada tambahan bantuan yang dapat diberikan kepada warga terdampak di Kalimango tersebut.
Pada kesempatan tersebut juga Abdul Rafiq mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan dan memberikan dukungan moral kepada para korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
“Kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban, kami berharap tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan ini. Semoga ada hikmah di balik musibah yang terjadi,” kata Rafiq.
Diharapkan Pemda Berpikir Strategis
Jika dihitung secara keseluruhan, dalam bulan ini sudah terjadi tiga kali musibah kebakaran di Kabupaten Sumbawa dengan total sekitar 34 rumah warga yang terdampak. Dua kejadian terjadi di Kecamatan Alas dan satu kejadian lainnya di Kecamatan Moyo Hilir.
Abdul Rafiq menyampaikan keyakinannya bahwa Pemda Sumbawa telah memikirkan langkah-langkah strategis untuk membantu para korban, termasuk rencana membangun kembali rumah warga yang terdampak kebakaran.
“Saya meyakini pemerintah daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa tentu sudah merencanakan langkah-langkah untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak kebakaran, sehingga mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Menurutnya, jika dihitung secara realistis, pembangunan rumah layak huni dengan kisaran anggaran minimal sekitar Rp 50 juta per rumah sudah cukup ideal untuk membantu para korban agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kalau memungkinkan, skema ini bisa diperkuat dengan sharing anggaran antara APBD Kabupaten, Pemerintah Provinsi NTB, serta dukungan Baznas, sehingga kualitas rumah yang dibangun benar-benar maksimal dan layak dihuni,” tambahnya.
Selain itu, Abdul Rafiq juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap sarana penanggulangan kebakaran di wilayah Kecamatan Alas. Ia menilai perlu adanya penambahan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang memadai di wilayah tersebut, mengingat dalam waktu dekat telah terjadi dua kali kebakaran di kecamatan tersebut.
“Ke depan kami juga berharap adanya penambahan unit Damkar yang layak di Kecamatan Alas agar respon terhadap kejadian kebakaran bisa lebih cepat dan potensi kerugian dapat diminimalisir,” demikian Abdul Rafiq.*** (Rilis: Bambang MF / Editor: Tim Redaksi).


