Dua Persamuhan di Utara Selatan, ASAH Harap Warga Tak Sungkan Ngadu ke DPRD
LOMBOK TENGAH— Dua lokasi reses Ahmad Syamsul Hadi (ASAH), di kegiatan Masa Persidangan II dari 5 – 12 Pebruari 2026 ini menyisir daerah perbatasan pada dua kecamatan.
Kedua lokasi tersebut yakni utara di Lingkuk Guru, Pengadang Kecamatan Praya Tengah yang berbatasan dengan Desa Monggas Kecamatan Kopang dan titik kedua selatan di Lingkungan Harapan Baru, Panjisari Kecamatan Praya yang bertetangga langsung dengan Desa Batujai, Praya Barat.
“Lingkuk Guru di Dusun Banar niki kan nyambung rurung dait Monggas Kecamatan Kopang, tunas Pak Dewan adin sak nyambung masih kesolah rurung,” pinta Kepala Dusun Banar, Muammar.
Ahmad Syamsul Hadi menyampaikan bahwa permasalahan infrastruktur saat ini memang masih jadi primadona aspirasi masyarakat, oleh sebab itu perlu untuk membuat skala prioritas kebutuhan agar dapat diketahui mana yang mendesak terlebih dahulu.
“Tadi sudah diusulkan juga talud jalan di pinggir irigasi ini, agar jalan bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat. Insha Allah kita tentu akan upayakan,” kata Ketua NasDem Lombok Tengah ini.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad meminta masyarakat untuk tidak sungkan menyampaikan situasi dan permasalahan wilayahnya, sebab itu menjadi bahan bagi DPRD untuk bekerja.
“Silakan datang. Pintu fraksi, komisi, dan lainnya sangat terbuka. Tidak boleh ada yang larang masyarakat datang ke DPRD untuk bertemu wakilnya,” kata politikus pemilik inisial ASAH tersebut.
Baca juga: Reses Dikemas Diskusi, Ahmad Syamsul Hadi Diminta Jadi Pembina Para Kaling
Sua Warga Batas Selatan Kota
Melanjutkan pertemuan berikut, Ahmad menyambangi warga di Lingkungan Harapan Baru, Panjisari yang masuk wilayah Praya sebelah selatan.
Di lokasi yang berbatas langsung dengan Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat ini, Ahmad melakukan tukar pikiran dengan tokoh agama dan pemuda setempat.
“Kami disini mempunyai TPQ yang alhamdulillah menjadi pusat belajar agama anak-anak lingkungan ini, semoga Pak Dewan berkenan memberi perhatian terhadap TPQ kami ini,” harap Ustadz Masriadi yang juga sekaligus Ketua RT 04 Lingkungan Harapan Baru.
Setali dengan itu, Agus, tokoh pemuda setempat juga mengungkapkan harapan ada pemberdayaan dengan memberikan ruang bagi pelatihan keterampilan bagi pemuda di wilayah yang berada di pinggir Bendungan Batujai tersebut.
“Kami disini banyak yang ingin belajar perbengkelan dan juga keahlian lain, jika bisa tolong dibantu pelatihan. Selain itu kami juga ingin tahu bagaimana alur penyampaian aspirasi ke DPRD,” ungkap Agus.
Menjawab keinginan tersebut, Ahmad mengatakan bahwa aspirasi-aspirasi tersebut akan ditindak lanjuti dengan mengarahkan ke leading sector terkait.
“Kami berharap pelungguh sami bisa memberi detail permintaan, kita akan berusaha bantu,” katanya.
Sama dengan pertemuan di Lingkuk Guru, Ahmad juga meminta masyarakat untuk tidak segan berkomunikasi dengan DPRD.
“Jangan ragu, silakan kalau ada hal yang perlu disampaikan, kapan saja di hari kerja untuk datang. Kita di DPRD selalu terbuka. Gedung DPRD itu rumah rakyat, silakan,” demikian Ahmad.* (Kontributor: JW).




