Mobilitas Material Galian C Merusak Jalan Pengembur Mawun, Pemuda dan Masyarakat Minta Ditutup
LOMBOK TENGAH (JM)— Paska pengerjaan jalan raya Pengembur menuju Mawun yang menelan biaya hingga 11 miliar rupiah tersebut kini telah mengalami kerusakan. Hal tersebut mendapat protes dari masyarakat sekitar.
Tokoh Pemuda Kerame Jati, Muhammad Arifi, melampiaskan kekecewaannya lewat media sosial atas hal tersebut. Ia mengkritik aktifitas galian C yang membuat mobilitas truk dan dumptruck pengangkut material melebihi kapasitas bebannya telah merusak jalan yang baru saja diperbaiki tersebut.
“Jalan dgn anggaran 11 Milyar dgn perjuangan bertahun2 rusak dalam seminggu krn ulah 1 org (pemambang galian C)??? Utk selanjutnya saya tdk menyarankan ada pengerjaan lagi di ruas ini,” tulisnya kesal.
Dihubungi Jurnal Mandalika (Kamis, 11/12/2025), Arifi mengakui bahwa ia kecewa dengan kondisi tersebut.
“Saya kecewa betul, (mungkin) ribuan rit, (padahal) aspal belum sebulan,” keluhnya.
Menurut Arifi, ia telah meminta Pemerintah Desa untuk memanggil pihak pemilik galian C tapi belum ada hasil.
“Rencana kita mau demo tutup galian C-nya. Dulu kan ruas Pengembur – Tanak Awu juga hancur karena angkutan timbunan bypass,” kata Arifi.
Pihaknya setuju bahwa galian C itu tidak hanya merusak ekologis, namun juga merusak infrastruktur, terutama jalan yang dilalui oleh kendaraan pengangkut materialnya.
Salah satu pimpinan LSM yang dimintai pendapat oleh Jurnal Mandalika menyarankan agar izin galian C itu juga diperiksa.
“Kalau ndak berizin ya di proses hukum. Sekarang perihal lingkungan ini sedang jadi pusat perhatian, bahkan sedang jadi issue nasional,” tegasnya.*** (05/JW).



