Pangdam Turun Cek Lahan Yon TP di Loteng
LOTENG — Rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kabupaten Lombok Tengah mulai memasuki tahapan pengecekan lapangan.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto turun langsung meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan satuan tersebut di Dusun Keling, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Senin (14/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kawasan sebelum rencana pembangunan Yon TP direalisasikan. Pangdam bersama rombongan tidak hanya melihat kondisi lokasi dari dekat, tetapi juga mengecek sejumlah aspek yang dinilai berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan operasional satuan ke depan.
Dalam kunjungan itu, Pangdam IX/Udayana didampingi Danrem 162/Wira Bhakti (WB) Brigjen TNI Sjasul Arief, Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol Arh Mohamad Arifin, Bupati Lombok Tengah Haji Lalu Pathul Bahri serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB.
Rombongan tiba di wilayah Loteng setelah sebelumnya mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Setibanya di Lombok Tengah, agenda langsung diarahkan pada pengecekan sejumlah titik yang berkaitan dengan persiapan rencana pembangunan Yon TP.
Dandim 1620/Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin menjelaskan, setelah tiba di BIZAM, Pangdam IX/Udayana bersama rombongan terlebih dahulu melakukan pengecekan lokasi penampungan sementara di Aerotel Praya Lombok Tengah.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju kawasan Dusun Keling, Desa Mangkung. Di lokasi tersebut, Pangdam melakukan peninjauan langsung terhadap kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Yon TP.
“Pangdam IX/Udayana beserta rombongan setelah tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid langsung meninjau dan mengecek lokasi penampungan sementara di Aerotel Praya. Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi rencana pembangunan Yon TP,” ujar Dandim.
Pengecekan lapangan dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara langsung mengenai kondisi kawasan. Sejumlah titik ditinjau, termasuk kondisi lingkungan sekitar serta akses menuju lokasi yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan maupun aktivitas satuan.
Menurut Dandim, peninjauan langsung oleh Pangdam menjadi langkah penting karena berbagai kebutuhan pembangunan tidak cukup hanya dibahas melalui laporan administratif. Kondisi faktual di lapangan perlu diketahui secara langsung sehingga berbagai persiapan dapat dilakukan secara lebih matang.
“Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai aspek pendukung pembangunan agar dapat dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Kehadiran Pangdam IX/Udayana bersama jajaran komando kewilayahan juga memperlihatkan keseriusan TNI AD dalam mempersiapkan rencana pembangunan Yon TP di Lombok Tengah. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat berbagai kondisi yang nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tahapan pembangunan selanjutnya.
Danrem 162/WB Brigjen TNI Sjasul Arief dan Dandim 1620/Loteng turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Informasi mengenai karakteristik wilayah, kondisi lingkungan, akses lokasi hingga berbagai kebutuhan pendukung disampaikan secara langsung kepada Pangdam.
Kehadiran Bupati Lombok Tengah Haji Lalu Pathul Bahri dalam peninjauan tersebut juga menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI dalam mendukung rencana pembangunan satuan di wilayah tersebut.
Pembangunan Yon TP sendiri diharapkan tidak hanya berkaitan dengan penguatan organisasi dan tugas teritorial TNI AD. Keberadaan satuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah serta masyarakat dalam berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan wilayah.
Bagi Loteng, keberadaan satuan baru tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan pembinaan teritorial. Terlebih, dinamika pembangunan di wilayah Lombok Tengah terus berkembang, sehingga dukungan terhadap ketahanan wilayah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.
Selain aspek pertahanan, keberadaan satuan teritorial juga diharapkan dapat mendukung koordinasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, penanganan kondisi tertentu di wilayah, serta mendukung program pemerintah yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Namun, sebelum seluruh rencana tersebut terwujud, kesiapan lokasi menjadi salah satu tahapan yang harus dipastikan terlebih dahulu. Karena itu, pengecekan langsung terhadap calon lokasi pembangunan menjadi langkah strategis untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Pangdam bersama rombongan kemudian mengecek sejumlah titik di kawasan Dusun Keling. Peninjauan dilakukan secara langsung dengan melihat kondisi kawasan dan akses menuju lokasi calon pembangunan.
Kegiatan tersebut berlangsung aman dan lancar. Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari proses awal untuk memastikan berbagai persiapan pembangunan Yon TP di Kabupaten Lombok Tengah dapat dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan.
Dengan adanya pengecekan langsung dari jajaran pimpinan TNI AD, rencana pembangunan Yon TP di Dusun Keling kini mendapat perhatian lebih serius. Selanjutnya, berbagai hasil peninjauan lapangan diharapkan dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah dan tahapan persiapan pembangunan berikutnya.
Bagi pemerintah daerah dan masyarakat Lombok Tengah, rencana tersebut menjadi bagian dari perkembangan pembangunan kawasan yang perlu dikawal bersama. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat menjadi faktor penting agar setiap tahapan dapat berjalan dengan baik hingga rencana pembangunan benar-benar terealisasi. (01)




