Samara School Olympic Kembali Bergulir, Jadi Panggung Evaluasi dan Pencarian Bibit Atlet Muda

Peserta yang mendapat juara

LOTENG— Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda kembali menggema di lingkungan sekolah dasar dan menengah di kawasan Montong Ajan.

Samara School Olympic kembali digelar sebagai ajang kompetisi sekaligus evaluasi terhadap hasil pembinaan siswa di sekolah-sekolah mitra binaan Samara.

Kegiatan tahunan tersebut tahun ini dipusatkan di SDN Torok Aik Belek dan mulai berlangsung sejak 24 Agustus. Kompetisi ini menjadi agenda yang dinantikan para siswa karena tidak hanya menawarkan persaingan antarsekolah, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, kedisiplinan, dan kerja sama tim.

Penyelenggaraan Samara School Olympic dilakukan secara bergilir. Pada tahun sebelumnya, ajang serupa digelar di wilayah Pengantap, tepatnya di SMP IT Insan Budi Mulia. Sistem pelaksanaan secara bergiliran tersebut sekaligus menjadi bentuk keterlibatan bersama sekolah-sekolah mitra dalam mendukung program pembinaan yang dijalankan Samara.

Berbeda dengan kompetisi olahraga yang hanya berfokus pada satu jenis permainan, Samara School Olympic memadukan olahraga modern dengan permainan tradisional. Sejumlah nomor pertandingan disiapkan untuk mengakomodasi berbagai kemampuan peserta.

Mulai dari sepak bola, sprint, estafet, tarik tambang hingga permainan tradisional seperti selodor ikut dipertandingkan.

Perpaduan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Selain mengasah kemampuan fisik, permainan tradisional juga dinilai penting untuk menjaga agar budaya permainan lokal tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi muda.

Namun, kompetisi ini bukan sekadar mengejar siapa yang menjadi juara.Samara School Olympic dirancang sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap program pembinaan yang selama ini diberikan kepada peserta didik dari 11 sekolah mitra binaan Samara.

Melalui program Community Social Development (CSD), Samara secara rutin memberikan pendampingan kepada sekolah dan siswa melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. Program tersebut antara lain Sport Class, Kelas Komputer, serta Kelas Bahasa Inggris.

Dengan demikian, Olympic menjadi salah satu momentum untuk melihat sejauh mana proses pendampingan tersebut memberikan dampak terhadap perkembangan siswa.

Lapangan pertandingan pun berubah menjadi ruang pembuktian. Siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga belajar tentang disiplin, kekompakan, keberanian mengambil keputusan, menerima kemenangan dan kekalahan, serta menghargai lawan.

Leader CSD Samara, Saiful Fahmi, menegaskan bahwa semangat kompetisi harus tetap berjalan beriringan dengan sikap rendah hati.

Ia meminta peserta yang belum berhasil meraih kemenangan agar tidak menjadikan kekalahan sebagai alasan untuk berhenti berlatih. Sebaliknya, siswa yang berhasil menjadi juara juga diingatkan agar tidak larut dalam kesombongan.

“Bagi yang kalah jangan berkecil hati, dan yang menang jangan sombong. Tetap lakukan latihan, pembinaan, dan ikuti kelas Samara sesuai jadwalnya,” ujar Saiful Fahmi.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa orientasi utama kegiatan bukan hanya menghasilkan pemenang, melainkan membangun karakter siswa melalui pengalaman berkompetisi.

Bagi peserta yang berhasil meraih prestasi, panitia menyiapkan piala, medali, serta uang pembinaan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan agar siswa semakin serius mengembangkan potensinya.

Tak berhenti pada kompetisi tahunan, Samara juga mulai merancang langkah lanjutan dengan rencana pembentukan klub olahraga. Klub tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi siswa yang memiliki bakat dan minat kuat di bidang olahraga.

Jika terealisasi, keberadaan klub olahraga itu dapat menjadi jembatan antara kompetisi dan pembinaan jangka panjang. Siswa yang terlihat memiliki potensi selama Olympic tidak hanya berhenti pada prestasi di ajang sekolah, tetapi dapat terus mendapatkan pendampingan dan fasilitas untuk mengembangkan kemampuannya.

Sementara itu, dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Samara School Olympic tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN Torok Aik Belek.

Sementara Kepala SDN Torok Aik Belek, Syakroni, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak Samara yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi sebuah kehormatan, terlebih kegiatan yang digelar melibatkan sejumlah sekolah mitra binaan Samara.

Syakroni mengakui bahwa dari sisi fasilitas, sekolah yang dipimpinnya masih memiliki sejumlah keterbatasan. Kondisi lapangan yang digunakan untuk kegiatan olahraga pun belum sepenuhnya memenuhi standar ideal untuk sebuah pertandingan.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Samara karena memilih SDN Torok Aik Belek sebagai tuan rumah. Meskipun keadaan lapangan kami bisa dikatakan masih jauh dari standar, kami tetap dipercaya untuk menyelenggarakan acara ini,” ujar Syakroni saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, kegiatan seperti Samara School Olympic memiliki arti penting bagi dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga harus menjadi ruang untuk mengembangkan potensi nonakademik.

Olahraga, kata dia, dapat menjadi salah satu media efektif untuk membentuk karakter siswa. Melalui olahraga, anak-anak belajar bekerja sama, mematuhi aturan, menghargai lawan, menerima hasil pertandingan, serta terus berusaha memperbaiki kemampuan.

Karena itu, Syakroni berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan pembinaan yang berkelanjutan.

“Harapannya ke depan, semoga dari Samara Olympic ini bisa melahirkan bibit-bibit yang potensial dalam bidang olahraga,” pungkasnya.

Samara School Olympic menjadi salah satu bagian dari komitmen tim CSD Samara Lombok dalam mendukung pembangunan masyarakat di sekitar kawasan Montong Ajan.

Program tersebut tidak hanya diarahkan pada pengembangan kemampuan olahraga siswa. Pendampingan juga dilakukan melalui pendidikan dan pemenuhan kebutuhan penunjang tumbuh kembang anak.

Kelas Komputer dan Kelas Bahasa Inggris menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan siswa menghadapi perkembangan zaman. Sementara Sport Class diarahkan untuk memberikan ruang bagi anak-anak mengenali dan mengembangkan potensi mereka melalui aktivitas olahraga.

Di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi, CSD Samara Lombok juga menjalankan program Healthy Snack.

Program tersebut diwujudkan melalui pembagian makanan ringan bergizi secara rutin bagi ibu hamil dan anak sekolah.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai pendidikan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, gizi, olahraga, dan pengembangan keterampilan.

Melalui berbagai program itu, Samara berharap keberadaan perusahaan di sekitar kawasan Montong Ajan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Samara School Olympic akhirnya bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang tercepat, terkuat, atau menjadi juara. Lebih jauh, ajang ini menjadi ruang untuk menemukan potensi, menguji hasil pembinaan, membangun karakter, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang memiliki prestasi dan daya saing.

Dari lapangan sederhana SDN Torok Aik Belek, harapan besar itu mulai ditanamkan: bahwa bibit-bibit atlet muda bisa tumbuh dari sekolah, dari lingkungan masyarakat, dan dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup