Menpar Pastikan Kampung Adat Dibangun Kembali dengan Standar Keselamatan

Menpar saat turun meninjau kampung adat Sade

LOTENG — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turun langsung meninjau kondisi Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, kemarin.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah kawasan adat yang menjadi salah satu ikon pariwisata NTB itu dilanda kebakaran pada Sabtu (22/8) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Widiyanti tidak hanya melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak kebakaran, tetapi juga berinteraksi dengan anak-anak korban. Kehadiran Menteri Pariwisata di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari penguatan semangat warga untuk bangkit setelah musibah yang mengakibatkan sejumlah bangunan adat dan rumah warga terdampak.

Widiyanti didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri serta General Manager The Mandalika I Made Pari Wijaya. Rombongan melihat langsung kondisi terkini kawasan Sade sekaligus berdialog dengan masyarakat mengenai kebutuhan pemulihan pascakebakaran.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan Desa Adat Sade sebagai kawasan wisata budaya yang memiliki nilai penting bagi Lombok dan NTB.

Menteri Pariwisata memastikan kawasan tersebut akan dibangun kembali. Namun, proses pembangunan kembali tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi Sade seperti sebelum kebakaran. Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Menurut Widiyanti, pembangunan kembali Desa Adat Sade harus dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan yang memadai. Salah satunya melalui penyediaan sarana penanggulangan kebakaran yang lebih baik.

Penambahan alat pemadam kebakaran menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus diperhatikan. Selain itu, jaringan listrik di kawasan permukiman adat juga perlu ditata dengan lebih baik untuk mengurangi potensi terjadinya gangguan yang dapat memicu kebakaran.

“Pembangunan kembali harus memperhatikan standar keselamatan,” ujar Widiyanti saat meninjau kawasan tersebut.

Ia menilai keselamatan masyarakat dan wisatawan harus menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Sebab, Desa Adat Sade bukan hanya merupakan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang setiap tahunnya dikunjungi wisatawan.

Dengan demikian, upaya membangun kembali kawasan yang terdampak kebakaran harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan infrastruktur pendukung, terutama yang berkaitan dengan keselamatan, dapat ditingkatkan.

Penataan jaringan listrik menjadi salah satu perhatian serius. Kawasan permukiman adat yang memiliki karakter bangunan tradisional membutuhkan penanganan khusus agar nilai budaya tetap dipertahankan tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Pemerintah juga didorong untuk memastikan tersedianya peralatan pemadam kebakaran yang mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Keberadaan sarana tersebut dinilai penting mengingat bangunan tradisional di kawasan Sade memiliki karakteristik material yang membutuhkan penanganan cepat ketika terjadi kebakaran.

Di sisi lain, kunjungan Menteri Pariwisata juga menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi korban musibah.

Interaksi Widiyanti dengan anak-anak korban kebakaran menunjukkan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemulihan kehidupan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) menjadi pukulan bagi masyarakat Sade. Selain kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang milik warga, musibah tersebut juga meninggalkan trauma, terutama bagi anak-anak yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Karena itu, dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak diperlukan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Desa Adat Sade sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata budaya unggulan di Lombok Tengah. Keberadaan rumah adat, tradisi masyarakat Sasak, serta kehidupan sosial budaya yang masih terjaga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Kawasan tersebut juga menjadi salah satu tujuan wisata yang kerap dikunjungi wisatawan ketika berada di kawasan Mandalika dan Lombok Selatan.

Karena itu, pemulihan Sade memiliki arti penting bukan hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi sektor pariwisata NTB secara keseluruhan.

Pembangunan kembali diharapkan mampu menjaga karakter dan identitas budaya Sade. Di saat yang sama, kawasan tersebut harus memiliki sistem keselamatan yang lebih kuat sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat merasa aman.

Bagi masyarakat Sade, pembangunan kembali tentu bukan sekadar mendirikan kembali bangunan yang rusak. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan kembali kawasan adat sekaligus memastikan tradisi dan kehidupan masyarakat tetap bertahan.

Pemerintah pun memastikan perhatian terhadap Desa Adat Sade akan terus diberikan. Harapannya, setelah proses pemulihan selesai, Sade dapat kembali menjadi salah satu wajah pariwisata Lombok Tengah dan NTB dengan kondisi yang lebih aman, tertata, serta tetap mempertahankan kekayaan budaya yang menjadi identitasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup