Pilkades 2026: Ketua BPD Batunyala Ingatkan Aparatur Desa Netral dan Himbau Masyarakat Tetap Akur
BATUNYALA, PRAYA TENGAH— Pleno pengundian nomor calon untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Batunyala, Praya Tengah pada hari Minggu (27/09/2026), telah memastikan pendatang baru Samsul Rijal mendapat nomor calon 1, mantan Kepala Desa Batunyala Lalu Nurmadian mengambil nomor calon 2, dan nomor calon 3 jatuh pada incumbent H Zaenudin.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batunyala, Zaenudin, mengucapkan selamat kepada para calon yang secara sah telah ditetapkan untuk berkompetisi pada Pilkades tahun 2026 ini. Namun, pihaknya mengingatkan agar para calon tetap menjaga situasi desa tetap aman dan kondusif.
Baca juga: Batunyala Gelar Pengundian Nomor, Para Calon Kades Tegaskan Visi Misi
“Saya mewakili BPD Batunyala mengucapkan selamat. Semua nomor itu sama, hanya penanda saja. Terpenting dari itu adalah silakan merebut hati rakyat Batunyala. Mohon untuk menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana cara berpolitik yang baik,” kata Zaenudin saat dihubungi oleh Jurnal Mandalika sehabis acara pleno.
Lebih lanjut, Zaenudin berharap pilkades di Batunyala bisa menjadi contoh juga tentang bagaimana sebuah perhelatan politik dilaksanakan dengan mengedepankan politik santun dan terbebas dari money politic.
“Mari kita jauhkan money politic yang merusak itu, hindari kampanye yang memecah belah. Para calon agar mengingatkan timnya. Apalagi kampanye negatif yang mengandung fitnah, mohon jangan dilakukan. Kita tetap ingin desa kita aman kondusif,” harapnya.
Baca juga: Wakili Kaum Muda, Doni Azhari Patahkan Mitos Anggota BPD Harus Sudah Beristri
Terpenting, kata Zaenudin, masyarakat selalu tetap akur walaupun berbeda pilihan sebab pihaknya menilai konflik politik hanya membawa kemunduran berpikir dan merusak sistem sosial masyarakat.
“Mohon kita semua tetap akur. Para aparatur desa juga, termasuk para kadus, agar tetap netral sebab itu regulasinya sudah jelas mengatur posisi aparatur pemerintahan desa pada semua jenjang dan posisi. Jangan memancing masyarakat dengan memperlihatkan politik tidak sehat. Kami pantau, awasi, dan evaluasi,” tegas Zaenudin.*** (Kontributor: JW / Editor: Tim Redaksi).




