Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga
LOTENG — Gerakan pangan murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Pangan Nasional di serbu ribuan warga, kemarin.
Sejak pagi, antrean masyarakat terlihat mengular di sejumlah stand bahan pokok yang menjual beras, minyak goreng, gula pasir hingga kebutuhan rumah tangga lainnya di bawah harga pasar.
Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan program tersebut benar-benar menjadi angin segar bagi warga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan nasional 2026.
Tidak sedikit warga rela datang lebih awal demi mendapatkan bahan pangan murah yang dinilai sangat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Loteng HM Nursiah, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Loteng Tri Widiawati. Kehadiran keduanya menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Wakil Bupati Loteng, HM Nursiah menegaskan bahwa gerakan pangan murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret pemerintah untuk menjaga kestabilan stok dan harga pangan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, menjaga pasokan pangan, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Badan Pangan Nasional serta kerja cepat Dinas Ketahanan Pangan Loteng yang dinilai berhasil menghadirkan program tepat sasaran di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan kenaikan harga sejumlah komoditas.
Suasana di lokasi kegiatan tampak ramai sejak pagi. Warga berbondong-bondong mendatangi stand penjualan untuk membeli beras, minyak goreng hingga gula pasir yang dijual lebih murah dibanding harga pasar. Banyak warga mengaku sangat terbantu karena selisih harga cukup signifikan, terutama untuk kebutuhan pokok yang setiap hari dikonsumsi keluarga.
Salah seorang warga Praya Timur mengaku sengaja datang sejak pagi bersama keluarganya agar tidak kehabisan stok pangan murah. Menurutnya, program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat kecil karena harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini sering dilakukan karena sangat membantu kami. Harga di pasar mulai naik, sementara kebutuhan rumah tangga makin banyak,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Loteng, Tri Widiawati, mengatakan pihaknya berharap Gerakan Pangan Murah dapat dilaksanakan secara rutin dan bergilir di seluruh kecamatan agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurutnya, kestabilan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat dan potensi lonjakan harga di pasaran.
“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti di satu lokasi saja. Ke depan akan terus kami dorong agar bisa menjangkau lebih banyak kecamatan sehingga masyarakat benar-benar merasakan dampaknya secara langsung,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Beras SPHP dijual Rp58 ribu per pcs, beras Setra Ramos Rp74.500 per pcs, Minyak Kita Rp15 ribu per liter, gula Manis Kita Rp18 ribu per kilogram, minyak Sania Rp43.800 per 2 liter, gula pasir IDM Rp15.500 per pcs, susu Indomilk Rp14.400 per pcs, serta beras kepala super Rp74.500 per pcs. Sementara harga tomat dan cabai disesuaikan dengan kondisi pasokan di masing-masing wilayah.
Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan tersebut juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal yang ikut berpartisipasi menjajakan berbagai produk olahan pangan unggulan khas Lombok Tengah. Kehadiran UMKM dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk lokal.
Program Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu strategi nyata Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menjaga ketahanan pangan daerah, mengendalikan inflasi, serta memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan, langkah cepat Pemkab Loteng tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Pemerintah daerah pun berharap sinergi bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat demi menjaga kondisi pangan tetap aman, stabil, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Loteng. (01)


