Janapria Titik Perdana Safari Ramadhan 2026, Wabup Nursiah: Lokasi di Masjid Agar Masyarakat Lebih Terlibat
LOMBOK TENGAH— Setelah pada tahun-tahun sebelumnya Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Lombok Tengah hampir selalu dilaksanakan di kantor camat untuk 12 lokasi se-Lombok Tengah, kini Janapria menjadi titik awal kegiatan digelar di masjid.
Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, ini menurutnya dimaksudkan agar agenda rutin tahun safari ini menjadi lebih dekat dengan masyarakat.
“Safari ini menjadi kesempatan untuk saling bertatap muka antara masyarakat dan seluruh unsur pelayanan. Terutama pihak desa dengan para kepala perangkat daerah agar koordinasi lebih mudah, baik terkait kesehatan, jalan, maupun pendidikan,” ujarnya seperti dikutip dari laman media sosial Diskominfo Lombok Tengah, Jumat (20/02/2026).
Masih melangsir sumber informasi yang sama, kegiatan yang dikemas dengan format dialog ini berlangsung di Masjid Al Abror, Kecamatan Janapria serta dihadiri oleh kurang lebih 850 jamaah.
Bersama Nursiah, hadir juga jajaran Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, para asisten dan staf ahli, tim pendamping perangkat daerah, kepala desa se-Kecamatan Janapria, serta para tokoh masyarakat.
Mendampingi dari unsur DPRD, nampak dilokasi para wakil parlemen Lombok Tengah Dapil II, Wirman Hamzani dari Fraksi NasDem dan H Lalu Kelan dari Fraksi Golkar.
Menurut Nursiah, ini sebagai bentuk komitmen memastikan seluruh unsur pelayanan publik hadir dan responsif terhadap kebutuhan warga saat melakukan absensi langsung terkait kehadiran para pimpinan perangkat daerah, kepala dinas, kepala desa, UPT, hingga kepala sekolah yang hadir.
Penyaluran Bantuan dan Penyerapan Aspirasi
Pada kesempatan tersebut, Nursiah atas nama pemerintah daerah menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Selain itu, diberikan pula santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan guna membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Dalam keterangannya, Camat Janapria, Lalu Marzawan Supriadi, menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum memperkuat ukhuwah.
“Ini untuk meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan diri selama bulan suci,” ulasnya.
Beberapa aspirasi yang muncul dan disampaikan langsung oleh masyarakat yakni terkait kerusakan jalan Montong Gamang menuju Praya Timur akibat tingginya curah hujan dan mobilitas kendaraan.
Sementara itu, kalangan pemuda menginginkan adanya penambahan fasilitas lapangan karena saat ini hanya tersedia satu lapangan yang belum mampu menampung seluruh aktivitas kepemudaan.
Diharapkan safari ramadhan ini kemudian tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog sekaligus langkah konkret pemerintah dalam merespons kebutuhan warga.*** (Kontributor: JW).



