Dorong Keberhasilan Masmirah, Lakpesdam NU Lombok Tengah Gelar FGD Untuk Konkritkan Saran

FGD Lakpesdam NU Lombok Tengah (Sabtu, 17 Januari 2026).

LOMBOK TENGAH— Dalam rangka menelaah permasalahan untuk mendorong pembangunan di Lombok Tengah, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Lombok Tengah mengadakan diskusi yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu (17/01/2026).

Acara yang dilaksanakan di aula IAI Qomarul Huda Bagu merupakan bentuk dukungan badan otonom ini kepada pemerintah Lombok Tengah untuk menjalankan arah pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusianya.

Ketua Lakpesdam, Habib Maani, menjelaskan bahwa banyak permasalahan yang dibedah pada hari itu. Misalnya terkait lingkungan, issue-issue pendidikan, hingga sosialisasi tentang Perda Fasilitasi Pesantren yang sudah ditetapkan pemerintah belum lama ini.

“Selain membahas issue kekerasan terhadap tenaga pengajar, kami juga melakukan sosialisasi sebagai kabar baik kepada insan pesantren bahwa perda pesantren yang sekian lama kita kawal tersebut sudah menjadi peraturan yang sah, diundangkan sebagai peraturan daerah. Alhamdulillah kami di Lakpesdam sangat berbahagia,” kata Habib Maani.

Selanjutnya, menurut Habib, pihaknya sangat berharap kepada pemda Lombok Tengah, khususnya Bapak Bupati agar bisa segera mengeluarkan perbup sebagai acuan teknis pelaksanaan perda tersebut.

“Tanpa perbup, perda ini belum punya petunjuk teknis sebagai aturan kerja. Semoga bisa segera terbit,” harapnya.

Acara yang dihadiri sebagian besar warga NU, termasuk pengurus MWC NU Pringgarata ini juga menghadirkan salah satu anggota DPRD Lombok Tengah, Murdani, yang menjadi pemantik diskusi.

Mantan Direktur Walhi NTB dan Eknas Walhi Pusat ini mengajak para peserta diskusi untuk tidak melupakan konsep Masmirah sebagai visi misi pemerintahan Pathul Nursiah pada periode ini.

“Masmirah itu merupakan target yang hendak dicapai, maka ada baiknya telaah kita dengan mengambil apa yang ada di Masmirah itu sebagai acuan diskusi,” kata mantan aktivis lingkungan ini.

Murdani mencontohkan beberapa persoalan lingkungan yang dianggapnya cukup serius dan perlu pembahasan mendalam, sehingga ketika hasil kajian tersebut diserahkan ke pemerintah sudah menjadi barang yang siap pakai.

“Dengan demikian, arah intervensi Masmirah pada pembangunan Lombok Tengah adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan,” tegas Murdani.

Para peserta mendapat kesempatan untuk memberi usul saran, menyodorkan masalah, dan juga tanya jawab. Diharapkan apa yang dihasilkan dari diskusi ini sebagai bagian dari penjaringan masalah oleh Lakpesdam NU Lombok Tengah untuk dikaji dan dianalis.

“Ya kita mencari solusi sebagai saran yang akan kita sampaikan kepada bapak bupati dan wakil bupati. Inilah cara kami membantu beliau bekerja,” demikian Habib.*** (Kontributor: JW).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup