Wakili Kaum Muda, Doni Azhari Patahkan Mitos Anggota BPD Harus Sudah Beristri
LOMBOK TENGAH— Pelantikan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 120 desa se-Lombok Tengah telah selesai digelar. Berlokasi di Bencingah Agung Masmirah, anggota parlemen desa hasil pemilihan BPD beberapa waktu lalu tersebut secara serentak dikukuhkan oleh Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri (27/08/2026).
Dari 1.004 orang anggota BPD yang diserahkan SK-nya pada hari tersebut, Jurnal Mandalika melihat ada salah satu peserta yang terlihat ‘unik dan antik’. Dalam perbincangan, sosok tersebut ternyata berasal dari BPD Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah.
Doni Azhari, begitu dia memperkenalkan diri. Sarjana lulusan Teknik Pertanian Universitas Mataram ini menceritakan muasal dirinya mencalonkan diri sebagai anggota BPD dan harapannya kedepan dalam masa bakti 2026 – 2034 yang akan diembannya.
“Saya menemukan kegelisahan di masyarakat yang selama ini memandang BPD sebagai lembaga pelengkap saja di pemerintahan desa. Nyaris tidak terdengar kerjanya dan fungsinya seperti tidak berjalan sama sekali. Marak iye ndarak mun gawek (seperti tidak ada kerjanya). Padahal kan seharusnya tidak begitu,” kata Doni.
Baca juga: 1.004 Anggota BPD Dilantik, Ahmad Syamsul Hadi: Selamat Bekerja dan Mari Bersinergi
Doni kemudian berkisah, dirinya mencoba untuk berdiskusi dengan beberapa pihak terkait apa sebenarnya tugas dan fungsi BPD dan kenapa lembaga tersebut seperti tidak ada gunanya.
“Padahal pas pemilihan selalu ramai, seperti pilkades. Nah dari situ saya merasa tertantang. Tapi saya diketawakan, karena masih bujangan, belum menikah. Kanak lalok sin pade engat badek (dianggap masih muda). Kan itu sangat tidak intelektual, apa hubungannya BPD dengan belum menikah .. hehee,” ujarnya sambil tertawa.
Peraih kemenangan dengan selisih lebih dari 70 persen suara dari pemilihan langsung itu kemudian melakukan konsolidasi mandiri dengan silaturrahmi warga door to door hampir setiap hari.
“Malam hari saya aktif keliling, mencoba mendengar pendapat warga terhadap rencana saya nyalon BPD dan keinginan mereka terhadap BPD. Dari situ kemudian dukungan saya rasakan menguat, akhirnya bismillah .. ya positifkan diri maju,” kisah perwakilan BPD Dapil Batunyala II ini dengan tatapan menerawang.
Anak kedua dari lima bersaudara buah cinta pasangan Mashur dan Maknah dari Tempas, Dusun Batunyala II tersebut lalu semakin intensif menggalang dukungan. Tak hanya terkait ‘arah coblos calon’ saja, namun juga mengenai pola kerja jika ia terpilih.
“Jadi saya tidak hanya bertukar pikiran dengan warga yang di dapil, tapi juga ke semua orang, terutama warga Desa Batunyala, terkait apa hal yang mereka harapkan dilakukan oleh anggota BPD. Dari situ saya menemukan masukan dan penyebab BPD dikatakan tidak bermanfaat,” papar Doni.
Menurutnya, warga relatif memahami jika BPD adalah pengawas pemerintah desa dan bukan pelaksana teknis kegiatan program desa. Namun warga membutuhkan informasi dan pihak yang akan menjadi jembatan masukan serta aspirasi ke pemerintah desa.
“Pendapat saya itu sebenarnya relatif mudah. Memang betul, masyarakat selama ini banyak yang tidak tahu program dan kegiatan-kegiatan desa. Itu karena masyarakat tidak diberitahu, ya setidaknya masyarakat tidak mendapat informasi. Disitulah BPD harusnya berperan,” cetus penggemar Gazali penyanyi Amak Bahar Inak Bahar tersebut.
Terkait dengan kerja-kerja BPD periode sebelumnya, Doni tidak mau banyak berkomentar. Pihaknya menilai, setiap orang dan setiap periode mempunyai ciri khas masing-masing.
“Tidak elok mengomentari, biarlah masyarakat sendiri yang menilai. Fokus saya kedepan adalah menjadi lospeker (maksudnya loudspeaker atau pengeras suara) bagi masyarakat,” ujarnya bijak.
Baca juga: PKM Batunyala Torehkan Capaian Memuaskan, Survei Kepuasan Masyarakat Capai 93,5 Persen
Mengenai tugas sebagai BPD, Doni Azhari berkomitmen untuk mengemban amanah tanggung jawab dan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Setiap kegiatan desa dan semua informsasi desa akan saya ceritakan, sejauh dan sekuat yang saya mampu. Semua cara yang saya bisa, termasuk di medsos. Kan karing yak becerite doang, ape kesusahn (kan tinggal cerita saja, apa susahnya). Mudah-mudahan kawan-kawan lain di BPD juga melakukan itu, sehingga seluruh pelosok desa suara BPD tentang informasi desa akan selalu tersampaikan,” harapnya.
Diakhir perbincangan, Doni Azhari menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayainya sebagai anggota BPD. Dirinya mengatakan terbuka atas kritik dan masukan.
“Mohon doa, semoga beban tanggung jawab ini kuat saya pikul sampai akhir jabatan. Silakan jika ada masukan, pendapat, kritik, atau hal yang ingin disampaikan. Saya selalu terbuka, sebab jabatan saya ini adalah titipan pelungguh sami. Terima kasih atas kepercayaannya,” tandas Doni.
Kapan menikah, Pak BPD?
“Insha Allah, doakan segera. Ada sih yang saya keter-keter (incar), doakan saja rasa ini tersampaikan dan saya tidak tersalip ditikungan. Gadis atau janda kan sama saja, sak penting pade angen,” demikian tutup Doni Azhari.*** (Kontributor: JW / Editor: Tim Redaksi).




